Mengajak Sikecil Perjalanan Jauh Naik Transportasi Umum - Nasirullah Sitam

Mengajak Sikecil Perjalanan Jauh Naik Transportasi Umum

Share This
Sikecil perjalanan ke Karimunjawa
Sikecil perjalanan ke Karimunjawa
Sejak sikecil sudah bisa diajak bepergian, aku dan istri sepakat mengenalkan sikecil dengan transportasi umum, terlebih kami memang belum mempunyai kendaraan roda empat pribadi. Sikecil kami ajak menaiki travel dari Rembang ke Semarang, berlanjut Semarang menuju Jogja.

Ketika mudik lebaran, kami pun sudah menyepakati pulang ke Karimunjawa hanya bertiga. Perjalanan lima jam naik travel dari Jogja ke Jepara berjalan dengan lancar. Sikecil lebih banyak tidur pulas, hanya mendekati penginapan di Jepara mulai bosan.

Salah satu yang aku pikirkan sedari awal adalah waktu penyeberangan ke Karimunjawa. Di usia enam bulan, kami sudah pernah mengajak sikecil naik kapal Siginjai penyeberangan Jepara – Karimunjawa yang waktu tempuh lima jam. Sikecil menangis hampir satu jam di kapal.

Tahun ini, kami memilih naik kapal cepat Express Bahari dengan berbagai pertimbangan yang matang. Setidaknya, perjalanan 2.5 jam lebih menenangkan. Beruntungnya, cuaca laut mulai tenang, setelah sebelumnya sempat ombak besar di awal pekan.
Sikecil antusias mau naik kapal penyeberangan
Sikecil antusias mau naik kapal penyeberangan
Sewaktu membeli tiket melalui aplikasi di ponsel, aku sudah merencanakan untuk memilih kursi yang paling depan. Harapannya di bagian depan masih cukup luas untuk bermain sikecil ketika dalam perjalanan, karena 2.5 jam bukanlah waktu yang sebentar.

Rabu pagi, kami sudah antre di pelabuhan. Tiket tidak kami cetak, cukup menyimpan kode batang tiket setelah proses check in secara daring. Petugas tiket dengan mudah memindai kode batang, lantas kami menuju kapal cepat penyeberangan Jepara Karimunjawa.

Sikecil antusias, dia ceria dengan pemandangan laut. Ketika sampai kursi, sebenarnya depan memang cukup luang. Sayangnya sudah banyak barang penumpang kapal yang ditumpuk. Tak masalah, masih ada sedikit ruang kosong untuk sikecil bermain.

Pukul 09.15 Wib, kapal berangkat. Sikecil masih tenang, sesekali dia bermain dengan mainan gawai yang kami beli. Penumpang penuh, dan didominasi wisatawan. Sebelum berangkat, sedikit ada drama antar penumpang karena kursi yang tertera di tiket diduduki penumpang lainnya.
Dibantu ABK Kapal cepat masuk dalam kapal
Dibantu ABK Kapal cepat masuk dalam kapal
Aku berinisatif menyapa penumpang di belakang dan samping. Saat itu, aku bilang mohon maaf jika nanti sikecil menangis dalam perjalanan. Namun begitu, kami berdua sudah memberikan afirmasi pada sikecil untuk tetap tenang ketika dalam perjalanan.

Lucunya, orang di belakangku sedikit kebingungan saat kuajak bicara. Penumpang di belakang ternyata wisatawan manca dari China. Awalnya kukira orang Indonesia. Beruntung ada penerjemahnya, dan dia memberikan respon dengan jempol sembari tersenyum.

Satu jam pertama sikecil tidak mau diam, tapi dia juga tidak merengek ataupun menangis. Istri sudah tertidur pulas karena lumayan capek. Aku mengajak sikecil berjalan menyusuri tiap ruangan di kapal. Sikecil bersemangat tanpa merasa bosan.

“Ikan!! Ikan!!” teriak sikecil sembari melongok jendela kapal.

Ya, sejak awal sikecil kami ceritakan tentang laut, tentang ikan, dan sedikit tentang Karimunjawa. Meski baru 18 bulan, aku percaya sikecil sudah sangat paham dengan cerita kami jauh sebelum perjalanan ke Karimunjawa.

“Ikannya tidak kelihatan,” jawabku dengan terus menggedong.
Bermain selama perjalanan ke Karimunjawa
Bermain selama perjalanan ke Karimunjawa
Beruntungnya, meski sesekali harus menggendong dan berjalan di antara penumpang, sikecil tetap tenang. Bosan kuajak jalan-jalan, dia lantas terlelap tidur di pangkuan istri. Aku menghela nafas panjang, bersyukur karena sikecil tidak rewel.

Mendekati Karimunjawa, perairan sedikit ada ombak. Kulongok jendela, samar-samar sudah terlihat pulau Genting, Karimunjawa. Ini artinya, kurang dari setengah jam lagi kapal sandar di pelabuhan Karimunjawa. Kulihat sikecil masih tertidur nyenyak dalam pelukan.

Benar saja, kapal bersiap sandar. Aku sudah mengemasi barang bawaan, lantas mengikuti istri yang sudah di depan. Perjalanan 2 jam lebih Jepara menuju Karimunjawa, sikecil tenang dan menyenangkan. Harapanku tentu saat balik menyeberang ke Jepara sikecil tetap menyenangkan.

Waktu tiba, setelah enam hari di Karimunjawa, kami kembali balik ke Rembang. Sikecil sangat kerasan di Karimunjawa. Sepanjang hari lebih banyak bermain di pantai. Aku juga beberapa kali mengajaknya berenang untuk mengenalkan tentang pantai.
Menunggu jemputan di sekitar pelabuhan kartini
Menunggu jemputan di sekitar pelabuhan kartini
Seperti penyeberangan awal, kami memilih tempat duduk di depan, beruntung kali ini sangat luas. Kapal yang kami naiki lebih besar, perjalanan ke Jepara ditempuh 2.5 jam. Sikecil sudah beradaptasi dengan suasana di kapal, dia lebih banyak bermain.

Istri kulihat lebih tenang, tidak mabuk laut. Bosan bermain, sikecil terlelap tidur. Untuk perjalanan ke Jepara jauh lebih menyenangkan. Sikecil hampir sepanjang perjalanan lebih banyak tidur. Aku sendiri sempat tidur lebih dari setengah jam.

Sesampai di Jepara, kami menunggu jemputan dari Rembang. Kulihat sikecil sudah aktif berlarian di depan gerbang pantai Kartini Jepara. Tahun ini menjadi pengalaman luar biasa bagi kami. Mengajak sikecil dalam kurun waktu sebulan untuk merasakan beberapa transportasi umum.

Mulai dari travel Rembang menuju Semarang, berlanjut travel Semarang menuju Jogja. Bermain ke Kebun Binatang Gembira Loka, perjalanan panjang naik travel Jogja ke Jepara, penyeberangan Jepara Karimunjawa PP, hingga kendaraan pribadi Jepara menuju Rembang.

Tentu saja kami berdua sebagai orangtua sudah menyiapkan banyak hal. Mulai dari pengaturan waktu perjalanan, istirahat yang cukup, dan yang lainnya. Pada dasarnya, perjalanan jauh membawa sikecil memang harus dipersiapkan sejak dini agar sikecil tidak rewel. Serta kepekaan kita dalam meredam ego. Terima kasih sikecil dan istri atas perjalanan mudik 2026 dengan sangat menyenangkan. *Karimunjawa; Maret 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages