Setiti House, Salah Satu Kedai Kopi Slow Bar di Lampung - Nasirullah Sitam

Setiti House, Salah Satu Kedai Kopi Slow Bar di Lampung

Share This

Ngopi di Setiti House Lampung
Sebuah postingan instagram tentang adanya kedai kopi dengan konsep rumahan muncul di berandaku saat mencari informasi kedai kopi di Bandar Lampung. Namanya Setiti House, sebuah kedai kopi yang menarik untuk dikunjungi kala sore.

Tepat setelah kegiatan di FK Unila, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Kegiatan berlanjut selepas magrib, sehingga sore ini masih ada waktu untuk bersantai. Aku ingin kembali mengunjungi kedai kopi yang lainnya. Kemarin sore, aku sudah ke Kopi Nako Lampung.

Pilihanku jatuh pada kedai kopi baru di Bandar Lampung, Setiti House namanya. Kubaca postingannya, kedai kopi ini baru buka di akhir tahun 2025. Aku bergegas memesan ojek daring menuju lokasi. Sayangnya, di salah satu ojek daring, alamat tersebut belum ada. Kupilih nama jalan di dekatnya.

Setiti House berlokasi di Perum Puri Kencana. Masuk perumahan dari jalan Urip Sumoharjo, Kalibalau Kencana, Kota Bandar Lampung. Sewaktu mengantar, abang ojeknya pun sedikit bingung, karena masuk area perumahan.
Kedai Kopi Rumahan ala Setiti House Lampung
Kedai Kopi Rumahan ala Setiti House Lampung
Sore ini suasananya masih sepi. Pemilik kedai kopi sedang bersantai di dalam ruangan. Aku menyapa dan bertanya apakah kedai kopinya sudah buka. Beliau mengatakan bahwa kedai kopinya sudah buka. Aku langsung masuk ruangannya.

“Sepatunya dipakai saja, Bang,” ujar pemilik kedai kopi Setiti House.

Kami berbincang sesaat. Aku meminta izin untuk mengambil beberapa foto dan vlog. Kemudian kami bersantai di dalam ruangan. Setiti House semacam salah satu kedai kopi dengan konsep slow bar. Bisa jadi, ini salah satu kedai kopi slow bar di Lampung.

Bangunan kedai kopi Setiti House ini memanfaatkan satu ruangan di rumah. Kemudian dikonsep menjadi sebuah bar. Di dalam memang tidak luas, hanya ada beberapa meja dan kursi. Namun, konsep kedai kopi seperti ini biasanya malah membuat sesama pengunjung bisa saling berinteraksi.
Disambut pemilik Setiti House Lampung
Disambut pemilik Setiti House Lampung
“Minuman yang kamu rekomendasikan apa?” tanyaku ketika bingung memilih minuman.

“Setiti, mas. Itu signature kami,” terang pemiliknya.

Aku mengiyakan. Kulihat di menu yang terpajang, memang ada menu Setiti. Di bawahnya tertera komposisinya. Coconut sugar, Exspresso, Milk, itu komposisinya. Berbeda dengan menu Soera yang menggunakan Palm sugar. Sembari menunggu minuman dibuat, aku memotret sudut-sudut di Setiti House.

Area luar ruangan memanfaatkan halaman rumah. Berbagai kursi dan meja besi tertata rapi di taman halaman rumah. Suasana tenang ala mengopi di rumahan ini mungkin yang menjadikan ide nama kedai kopinya Setiti House.

Menariknya, pemilik kedai Setiti House pernah tinggal di Jogja sembilan tahun. Bahkan kuliah di di Jogja. Aku tertawa, karena jauh-jauh ke Lampung, nyatanya pemiliknya malah tidak asing dengan Jogja. Kami bercerita banyak tentang Jogja dan perkembangan kedai kopi di Jogja.
Area luar ruangan di Setiti House Lampung
Area luar ruangan di Setiti House Lampung
Obrolan kami tidak hanya tentang maraknya kedai kopi di Jogja. Kami juga berbincang hal-hal lainnya. Pemilik Setiti House bercerita bagaimana pada akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kedai kopi dengan konsep rumahan seperti ini.

Waktuku menyesap minuman memang tidak lama. Tapi aku menikmati dan lokasinya memang menyenangkan. Di Setiti House bahkan ada menu kopi tubruk dengan harga yang sangat terjangkau. Minuman kopi di sini harganya mulai dari 10.000 rupiah.

Pemilik Setiti House sering menanyakan bagaimana kopi yang dibuat. Apakah ada masukan, rasanya, dan yang lainnya. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi pengunjung. Aku selalu mengapresiasi orang-orang yang memberi pelayanan dengan sepenuh hati.
Menu andalah Kopi Soera ala Setiti House Lampung
Menu andalah Kopi Soera ala Setiti House Lampung
Selesai mengopi, aku meminta izin untuk balik hotel, karena ada beberapa keperluan yang harus kupersiapkan sebelum kegiatan malam hari. Sore ini memang belum ada pengunjung lagi, katanya pengunjung lebih banyak selepas magrib.

Setiti House Lampung mungkin salah satu kedai kopi dengan konsep slow bar. Menikmati kesunyian di tengah perumahan, bahkan tidak begitu mencolok keberadaannya. Biasanya, tempat-tempat seperti ini memang mempunyai pengunjung yang lebih spesifik.

Buat kalian yang di Bandar Lampung yang ingin mengerjakan tugas kuliah dengan tenang, atau ingin bekerja sembari mengopi, mungkin bisa menjadikan Setiti House ini sebagai salah satu kedai kopi pertimbangkan. Karena tempatnya nyaman, harga terjangkau, dan pelayanannya menyenangkan. *Bandar Lampung; 19 Mei 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages