Berburu Lobster di Pantai Timang

Pantai disekitaran Gunung Kidul memanglah sangat bagus untuk kita jelajahi, karena disebagian tempat daerah  Gunung Kidul pantai-pantai disana berpasir putih, dan begitu eksotik. Tapi kalian jangan berpikir pantai Timang yang kami kunjungi beberapa bulan yang lalu mempunyai keindahan pasir seperti yang kalian bayangkan.

Pantai Timang tidak akan terlihat hamparan pasir, karena semuanya berbentuk tebing yang curam dan diseberangnya ada sebuah bongkahan batu besar, orang bilang sih itu adalah ikonnya disini. Pulau Timang, konon katanya dipulau itulah terdapat banyak lobster yang masyarakat penduduk setempat ambil. Tempat ini sebenarnya sudah beberapa kali ditayangkan beberapa stasiun televisi saat mengangkat tema para pencari lobster.
Akses jalanan menuju pantai Timang
Berjalan kaki menuju pantai Timang
Akses Jalan menuju pantai Timang, Gunung Kidul
Untuk menuju pantai ini kita memasuki wilayah pantai Baron, setelah melewati pantai Indrayanti dan pantai Pok Tunggal, kalian masuk kearah pantai Suing. Nanti kalau menemukan lapangan bola kanan jalan, kalian ikuti jalan belok kanan itu. Hanya ada plang petunjuk arah kecil dikiri jalan. Oya daripada bingung mending tanya aja sama penduduk setempat, pokoknya gratis ke pantai ini. Jangan takut, tidak ada yang bertugas meminta retribusi ke pantai ini. Oya jangan lupa bawa makanan banyak sendiri ya kalau kesini, disini sepi banget dan nggak ada yang jualan makanan.
Beraksi dulu dipantai Timang, Gunung Kidul
Pulau Timang dan alat penyebrangannya
Pulau Timang dan alat penyebrangannya
Pemandangannya yang kita lihat apa kalau sudah dipantai ini? Ya seperti yang aku bilang tadi, disini hanya ada tebing dan sebuah pulau Timang. Dari berbagai sumber, kalau mau nyebrang ke pulau Timang itu kita dikenai biaya 100k perorang. Apa kalian minat nyebrang? Alat penyebrangannya sih masih manual banget, pakai beberapa tali yang ditarik oleh orang biasa, dan kita duduk dikereta tersebut. Seram banget nggak sih? Kalau aku sih terima kasih kalau disuruh nyebrang, mendingan nggak nyebrang sama sekali. Mentalku belum siap kalau nyebrang melintasi jarak yang lebih dari 50 meter dengan alat tradisinonal seperti ini.
Salah satu teman mencoba menaiki alat penyebrangan tradisional
Salah satu teman mencoba menaiki alat penyebrangan tradisional
Bersama teman-teman Librarian Traveller
berpose bareng Librarian Traveller dan fotografer
Pemandangan Pantai Timang, Gunung Kidul
Saat kami kesini, kami hanya berempat orang. Dan tidak ada seorangpun diantara kami yang berani nyebrang ke pulau Timang. Yah bukan hanya berbicara mental sebenarnya, tapi kita semua cari aman. Diantara letak yang terlihat ekstrim seperti ini ternyata Pulau Timang mempunyai kelebihan tersendiri. Semua itu karena lobsternya, dan masyarakat disekitar pantai ini adalah orang-orang pemberani yang menyebrang pulau hanya sekedar untuk mencari/berburu lobster. Pantia Timang ini terkenal bukan karena pasirnya, tapi karena lobsternya. 
Baca juga postingan yang terkait
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar :

  1. Blog wallking :D
    Permisi sobat blogger semua mau kasih info nih.

    Vido Garment :

    Menerima pesanan
    - kaos,
    - kemeja,
    - polo shirt
    - jaket
    - seragam kerja
    - seragam olah raga
    - topi
    - apron / clemek
    - baju chef
    -dll

    telp : 031 9123 2394 / 081 901 410 500
    Pin BB : 21DFA975
    www.vidogarment.com

    Alamat : jl. Gubeng kertajaya 6 no 37, Surabaya - Jatim

    Terima kasih :-)

    ReplyDelete