Dapur: Antara Kayu Bakar atau Gas Elpiji

Jika kita melihat ke belakang, ke arah dapur tentu kita akan melihat peralatan lengkap untuk memasak. Mulai dari berbagai panci, piring, sampai dengan kompornya. Hemmm, apakah didapur tempat kalian masih menanak nasi menggunakan tungku biasa, atau sudah menggunakan kompor gas, atau malah memakai Rice Cooker.
Kompor gas dan Elpiji didapur rumah
Kompor gas dan Elpiji didapur rumah
Kompor gas dan Elpiji didapur rumah
Kalau tempatku di desa untuk menanak nasi masih menggunakan tungku dengan bahan dasar kayu bakar. Masih tradisional bukan? Bukan tanpa alasan, menanak nasi menggunakan tungku dan kayu bakar membuat aroma nasinya menjadi lebih harum. Dan yang pasti membuat nasi lebih enak. Rasanya agak berbeda dengan saat kita menanak nasi dengan menggunakan kompor, atau malah Rice Cooker.

Tungku didapur belakang rumah
Tungku didapur belakang rumah
Disetiap dapur ditempatku lahir, masih banyak tungku-tungku yang terlihat di belakang rumah. Biasanya berjejer dua tungku berdekatan, disampingnya ada tumpukan kecil kayu bakar yang sudah kering dan siap dijadikan bahan bakar untuk memasak. Serta disampingnya juga tersedia minyak tanah untuk menghidupkan api saat pertama kali dibuat.
Tumpukan kayu bakar disamping tungku
Tumpukan kayu bakar disamping tungku
Cukup menyenangkan kalau kita memasak menggunakan tungku. Kita akan berlatih bagaimana cara menghidupkan api, dan kita juga dilatih bagaimana cara agar api yang sudah hidup tersebut bisa hidup stabil. Susah ya? Ditempatmu kalau masak masih menggunakan tungku atau sudah menggunakan kompor gas? Sebenarnya menggunakan apapun kita tetap harus waspada, karena salah sedikit atau jika kita ceropboh maka akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Atau saat kecil ada yang diantara kalian menanak nasi menggunakan tungku dan kayu bakar? Kalian tentu tahu bagaimana resiko kalau menanak nasi menggunakan kayu bakar, terus apinya padam. Wah itu asapnya mengalahkan fooging nyamuk heeee.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment