Telur Asin dan Brambang Goreng, Oleh-oleh Khas Brebes

Bicara tentang Brebes, tentu dalam benak kita adalah Bawang Merah dan Telur Asin, bener nggak sih? Aku bicara seperti ini karena kalau temanku balik ke Brebes, pasti aku nitip dibeliin Telur Asin, dan pastinya nanti juga dapat satu bingkisan yang isinya Brambang goreng (Bawang Merah). Dan ketika aku diberikan kesempatan mengunjungi Brebes, aku bisa melihat dan membeli oleh-oleh tersebut. Seperti yang sudah aku katakan sepanjang jalan di Brebes banyak ladang Bawang Merah yang terbentang luas. Dibeberapa sisi tumpukan Bawang Merah tertata rapi dijemur.
Alun-alun Kota Brebes, Jawa Tengah
Alun-alun Kota Brebes, Jawa Tengah
Hamparan sawah penuh dengan bawang merah
Hamparan sawah penuh dengan bawang merah
Hamparan sawah penuh dengan bawang merah
Tidak hanya itu, kalau kita lebih seksama melihat rumah-rumah yang mereka adalah petani bawang. Didepan rumah ataupun diatas rumah mereka pasti banyak bergantungan bawang yang tersusun rapi. Ingat ini bukan untuk penghias rumah loh ya, tapi memang seperti ini cara mereka menyimpan saat dirumah. Kalau dulu aku masih kecil, kakek/nenek menggantungkan jagung seperti ini tapi didapur. Karena disini adalah petani bawang, maka yang digantungkan adalah bawang. Wah banyak banget tuh bawang merah yang digantung.
Bawang merah/brambang tergantung dirumah warga
Bawang merah/brambang tergantung dirumah warga
Bawang merah/brambang tergantung dirumah warga
Setelah mengunjungi Brebes untuk menuju tempat wisata, oleh-oleh yang tidak boleh kita lupakan satu lagi adalah Telur Asin. Biasanya aku nitip teman, dan dia membeli dirumah warga langsung. Tapi karena dia sedang nikahan, jadi kami membelinya didekat jalan raya sebelum Alun-alun Brebes. Pokoknya antara UMS – Alun-alun Brebes. Kami berhenti disalah satu toko yang agak tua, nama tokonya Lina Pandi. Kami berenam membeli 9 bungkus telur, setiap satu bungkus isinya 10 butir telur. Satu bungkus harganya sekitar 43k, entah mahal atau murah nggak jadi soal. Lagian kami tahu belinya ditoko, bukan ditempat warga langsung. Jadi ya agak mahal dikit sih. Aku melihat salah satu ibu yang sibuk mengemas telur pesanan kami. Sebenarnya sih ada juga telur asinnya dibakar, jadi warna keraknya menjadi gelap. Kami hanya fokus beli yang biasa saja.
Membeli telur asin di Lina Pandi, Brebes
Membeli telur asin di Lina Pandi, Brebes
Membeli telur asin di Lina Pandi, Brebes
Disela-sela menunggu pesanan telur selesai dikemas, aku dan salah satu temanku meluangkan waktu untuk berfoto didepan toko ini. weh, narsis bentar nggak jadi masalah kan? Ini temanku kok duduk ya? Apa dia sudah mulai capek? Biarlah yang penting kami narsis dulu. Lumayan kan dapat mengabadikan ditempat ini. Selain itu, aku juga mengabadikan sosok kakek-kakek yang menjadi juru parkir didepan kami. Duduk disebuah bongkahan semen dengan membawa sebuah bendera kecil berwarna merah, beliau sabar menunggu kami kemudian mengatur jalan agar mobil kami bisa melaju kembali dijalanan.
Mengabadikan diri dulu
Mengabadikan diri dulu
Mengabadikan diri dulu
Mengabadikan diri dulu
Kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan kota Brebes. Tujuan kami adalah Guci yang ada di Tegal. Dari kota Brebes, lokasi pemandian Guci tegal tidak lah jauh. Melewati jalan Jatibarang, lalu pabrik Gula di Jatibarang, kemudian ambil jalan arah ke Guci. Hemmm, sepertinya capek-capek seperti ini berendam di air hangat kawasan Guci, Tegal enak juga ya? Kami tidak sabar untuk menuju Guci
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

15 komentar :

  1. itu bawang merah hasil panen nya iya mas, kok di gantung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung bukan saya yang digant*ng

      Delete
    2. Iya digantung, dulu juga zaman kake nenek biasnaya yang digantung itu jagung dll :-)

      Delete
  2. Wah unik juga sampai tergantung gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman dan nggak makan banyak tempat pak :-)

      Delete
  3. unik ya, saya baru liat bawang yang digantung di atap rumah seperti itu

    ReplyDelete
  4. ke padang mas.. oleh2 nya enak-enak juga..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengennya kesana mas haaa. Udah baca beberapa blog tentang Sumatera Barat bikin mewek pengen kesana :-)

      Delete
  5. wwiitt jahh keren amit mas hehe itu bawang merah bisa pada di atas gitu hehe kece mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu liat pertamay juga ketawa-ketawa sendiri mas, kok kepikiran gantungnya di depan teras :-D

      Delete
  6. Baru tau ada bawang digantung, salah apa coba? sampai dapet hukuman begitu. hehehe becanda gan. Baru tau bawang digantung, kagak rontok2 tuh???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa, latihan jadi jambu mete kali ini :-D
      Nggak rontok kok, kecuali kalo kita pukuk pakai galah :-D

      Delete
  7. Lah itu pernah ke Brebes.. Dari Jatibarang ke rumahku lumayan dekat hehe

    ReplyDelete