Berkunjung ke Sentra Kain Tenun Troso, Jepara

Sebelumnya aku sudah mengunjungi Masjid Agung Demak dan Makam Kadilangu (25 Desember 2014). Kemudian aku menunggu bis Semarang – Jepara dipertigaan arah ke Makam Kadilangu. Perjalanan ini aku lanjutkan ke Jepara, tempat yang menjadi tujuanku untuk menikmati akhir pekan. Disana nanti akan ada beberapa kegiatan diantaranya adalah bersepeda keliling tempat-tempat wisata. Menaiki bis Semarang – Jepara untuk sampai di Jepara memang agak lama, karena bis harus berhenti dulu di Welahan, Jepara. Dulu aku pernah turun disini saat mengunjungi Klenteng Welahan. Tapi tujuanku sekarang adalah turun di Pecangaan, tepatnya didepan Masjid Walisongo. Hampir satu jam perjalanan akhirnya aku sampai juga di Pecangaan, aku turun dan berjalan kaki menuju desa Troso. Dari pertigaan Masjid Walisongo ini aku harus berjalan sekitar 1km, sebenarnya naik angkot bisa tapi aku putuskan jalan kaki. Tujuanku adalah melihat pembuatan Kain Tenun Troso.
Memasuki desa Troso, Pecangan, Jepara
Memasuki desa Troso, Pecangan, Jepara
Memasuki desa Troso, Pecangan, Jepara
Memasuki desa Troso, Pecangan, Jepara
“Tenun ikat Troso atau kain ikat Troso adalah kriya tenun Jepara tepatnya dari Desa Troso. berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan atau benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Alat tenun yang dipakai adalah alat tenun bukan mesin. Kain ikat dapat dijahit untuk dijadikan pakaian dan perlengkapan busana, kain pelapis mebel, atau penghias interior rumah - Wikipedia

Sepanjang jalan sudah terlihat beberapa tempat/toko yang berjualan Kain Tenun Troso, tapi aku tidak berhenti disana. Aku ingin langsung melihat bagaimana cara pembuatan Kain Tenun Troso tersebut. Sepertinya nasibku sedang mujur, waktu aku tanya ke salah satu bapak yang keluar dari rumah untuk membeli rokok. Aku tanya dimana tempat pembuatan Kain Tenun Troso, beliau menjawab “Saya sekarang lagi buat mas, mampir saja.” Bergegas aku mengikuti bapak tersebut menuju sebuah rumah kecil. Disana aku melihat alat pembuat Kain Tenun yang dinamakan Gagrakan. Gagrakan ini akan memuat kain tenun dengan warna dasar merah. Disampingnya terdapat bahan yang terdiri dari gulungan-gulungan benang berbagai warna untuk melengkapi warna dalam motifnya.
Mengunjungi salah satu rumah pembuatan kain tenun Troso
Mengunjungi salah satu rumah pembuatan kain tenun Troso
Mengunjungi salah satu rumah pembuatan kain tenun Troso
Mengunjungi salah satu rumah pembuatan kain tenun Troso
Aku menyusuri rumah kecil ini semakin ke dalam. Ternyata didalam sana juga ada banyak Gagrakan. Ada sekitar lima orang yang menenun dengan berbagai warna dan motif. Suara mesin penenun ini lebih mirip suara mesin penjahit, dengan menggerak-gerakkan kaki kain-kain tersebut ditenun. Begitu cekatan para penenun yang hampir semuanya adalah laki-laki. Mereka membuat Kain Tenun Troso dengan berbagai motif.
Para penenun kain Troso sedang sibuk membuat tenunan
Para penenun kain Troso sedang sibuk membuat tenunan
Para penenun kain Troso sedang sibuk membuat tenunan
Para penenun kain Troso sedang sibuk membuat tenunan
Para penenun kain Troso sedang sibuk membuat tenunan
Puas melihat bagaimana cara pembuatan Kain Tenun Troso, aku menuju tempat dipajangnya kain yang sudah jadi pakaian maupun yang masih dalam bentuk kain. Kain Tenun Troso ini akan lebih murah kalau kita membelinya dibagian produksi, tapi kalau tidak ingin ribet, kita bisa langsung membeli kain tenunnya dalam bentuk pakaian sudah jadi. Pastinya Sarimbit juga tersedia disini. Ditempat produksinya, kita dapat membeli kain per meter paling murah 50k/meter, tapi ada yang lebih mahal lagi, sesuai dengan bahannya. Untuk pakaiannya diantara 130k/pakaian. Mungkin ada yang lebih murah sih, tergantung mana yang kita pilih.

Motif kain tenun Troso, Jepara
Motif kain tenun Troso, Jepara
Motif kain tenun Troso, Jepara
Motif kain tenun Troso, Jepara
Pemda Jepara sendiri sudah menggunakan Kain Tenun Troso ini sebagai baju dinas kalau hari Jum’at. Kita tahu setiap hari Jum’at itu pakaiannya pasti batik, jadi Pemda Jepara menggunakan Kain Tenun Troso. Selesai melihat cara pembuatan Kain Tenun Troso, aku melanjutkan perjalanan ke Jepara lagi, disela-sela perjalanan aku dapat melihat sebuah tempat yang dijadikan sekretariat Paguyuban Tenun Troso. Aku menaiki angkot menuju Kota Jepara.
Tempat Paguyuban Desa Troso
Tempat Paguyuban Desa Troso
Naik angkot menuju kota Jepara
Naik angkot menuju kota Jepara
Dari Troso, aku ingin menuju Mantingan. Tujuannya adalah Masjid Mantingan yang jaraknya beberapa kilometer dari Troso. Ada satu tempat yang ingin aku kunjungi, tempat itu mirip dengan lokasi yang aku kunjungi tadi pagi. Masjid dan Makam, sebuah tempat yang bersejarah bagi masyarakat Jepara.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

12 komentar :

  1. Subhanallah ini ketrampilan leluhur yang mesti dilestarikan, dengan mengunjunginya paling tidak sudah menunjukkan sikap empati ya gan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap heeee, lumayan bisa tahu cara membuat tenunnya :-)

      Delete
  2. Saya taunya JEPARA itu gudangnya karya SENI UKIRAN saja yang sudah mendunia. Tenruata potensi TENUN nya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kain tenun juga pak, walau tidak terkenal seperti ukiran

      Delete
  3. wah, bagu-bagus, saya taunya malah ukiran jeparanya, dulu pernah mampir di daerah mana itu (lupa) isinya pada buat ukiran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tenun ini hanya di desa ini :-)
      jadi agak susah kalau mau beli heee

      Delete
    2. wah, kayaknya lama ya untuk membuat satu kain saja, top markotop.

      Delete
    3. Lumayan lama, tapi nggak selama kain sutra di Sulawesi :-)

      Delete
  4. yang nenun para lelaki ya....selama ini saya tahunya ibu2 saja yg menenun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di desa ini hampir semua laki-laki/perempuan pada nenun mbak :-)

      Delete
  5. Setahu aku jepara cuma ada kerajinan perabot ukirnya aja. Trnyata ada kainnya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, walau nggak seterkenal ukiran :-)

      Delete