[Review Novel] Bulan – Tere Liye

Cover Novel Bulan karya Tere Liye
Cover Novel Bulan karya Tere Liye (sumber: www.goodreads.com)
Judul                : Bulan
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Maret 2015
ISBN                : 9786020314112
Tebal               : 399 Halaman

Bulan – sebuah novel karya Tere Liye yang diterbitkan Gramedia pada Maret 2015. Novel setebal 399 halaman berisikan petualangan anak-anak muda Ali (Klan Bumi), Raib (Keturunan Klan Bulan), dan Seli (Keturuan Klan Matahari). Petualangan ini selama dua minggu. Dua minggu yang tidak pernah dilupakan oleh mereka. Sama seperti saat mereka sedang di Klan Bulan.

Pada novel Bulan, diceritakan Ali, Seli, dan Raib diajak Miss Selena dan Av untuk melakukan diplomasi dengan Klan Matahari. Tujuan mereka adalah membuka portal yang sudah ribuan tahun ditutup. Mereka mewaspadai kehadiran Tamus dan Pasukan Tampa Bayangan yang berusaha untuk keluar dari penjara kegelapan. Dibantu dengan Buku Kehidupan yang dimiliki Raib, ketiga pemuda dari Klan Bumi ditemani Miss Selena, Av, dan Ily (pemuda dari Klan Bulan). Mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Ali bisa menjadi Beruang Raksasa jika marah. Seli bisa menggerakkan benda dari jarak jauh, juga bisa mengeluarkan petir dari tangannya. Ily (pemuda Klan Bulan) yang sudah mahir dalam hal pertempuran, dan Raib sendiri bisa menghilang dan mempunyai pukulan bertabur Salju.
Novel Bulan - Tere Liye
Novel Bulan - Tere Liye
Petualangan anak-anak muda ini menjadi berubah saat sudah sampai di Klan Matahari. Kedatangan mereka bertepatan dengan Festival Bunga Matahari. Festival yang sudah beribu-ribu tahun dilakukan dengan tujuan mencari letak bunga Matahari pertama mekar. Festival ini diikuti sepuluh kontingen. Kontingen ke sepuluh adalah Raib dan teman-temannya. Menggunakan tunggangan Harimau Salju, mereka mengikuti Festival tersebut.

Mereka menuju Utara untuk mencari kode sandi pertama. Bercahaya di tengah malam, dan jangan terjadi. Seperti sebuah siklus alam. Kode-kode tersebut dapat ditemukan oleh Raib dan temannya dengan beberapa bantuan. Kode pertama terdapat pada keliauan cahaya yang dihasilkan oleh Fosfor di air terjun. Kemudian cahanya kedua didapatkan dari kode yang diantar oleh ribuan ikan yang bermigrasi di sebuah danau. Kode selanjutnya ada pada ribuan Jamur yang bermekaran setiap periode, pada akhirnya kode kelima (yang terakhir) adalah cahaya dari Lebah yang tiap enam tahun sekali berkelipan layaknya ribuan lampu.

Banyak aral yang membuat petualangan mereka menjadi lebih menarik. Tantangan pertama, mereka harus menerobos lebatnya hutan Perdu, dilanjutkan dengan serangan kawana Gorila yang marah. Tidak itu saja, mereka juga harus bisa melarikan diri dari ribuan Burung yang melempari dengan buah kecil namun berisi asap racun saat meletup. Halangan lainnya adalah mengalahkan Gurita raksasa saat mencari kode kedua, juga serangan licik dari kontingen lain yang membuka tutup waduk sehingga menghasilkan air bah. Tidak dilupakan juga terjebak di tengah-tengah Jamur Raksasa yang berkilauan, jika bersentuhan bisa menghasilkan racun. Ada juga kejaran Tikus raksasa saat melewati lorong melintasi benteng.

Raib dan teman-temannya tidak sadar kalau sedang diperdaya Konsil Klan Matahari. Ketika Raib sampai di tempat mekarnya Bunga Matahari, Konsil Klan Matahari memaksa untuk memetik bungan tersebut. Dengan begitu, Klan Matahari berhak meminta sebuah permintaan. Dia ingin bersekutu dengan Tamus untuk menguasai Klan Bumi dan Matahari. Sementara Tamus ingin Klan Bulan dan Klan Bintang. Pertemuran hebat antara Konsil Klan Matahari melawan Raib, Seli, Ali, Ily, Miss Selena, Av, dibantu beberapa Konsil dari Matahari dan juga salah satu Kontingen yang kaptennya dibunuh Konsil Klan Matahari.

Beberapa kutipan dari novel ini antara lain;

“Pergilah ke Utara… Temukan Seruling tak berkesudahan… Singkap di belakangnya… Petunjuk paling awal akan muncul – Kalimat Sandi pertama hal 90.”

“Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga Matahari pertama yang mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang laing penting mendengarkan alam liar tersebut. Dengarkanlah mereka. Hewan-hewan berlari di atas tanah, burung-burung terbang. Suara dedaunan, kepelap dahan. Dengarkan mereka, maka mereka akan menuntunmu dengan baik – hal 147-148”.

Novel ini memaparkan sebuah persahabatan, arti ketulusan, kemanusiaan, rendah diri, dan tidak angkuh. Mengajarkan tentang bahasa alam dengan mengenali siklus alam. Mengenal lebih dekat dengan seluruh mahluk hidup di setiap tempat. Menggerakkan kita untuk tetap membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan. Juga mengenal ilmu pengetahuan seperti Fisika, Biologi, dan lainnya.

Novel ini bagus untuk dibaca dan dikoleksi bagi kalian yang suka dengan Adventure. Kalian akan merasakan seperti apa ketegangan yang ada di dalam cerita buku ini.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

7 komentar :

  1. belum pernah baca buku karya tere liye tuh, cuman lihat di fb nya aja :)

    ReplyDelete
  2. kayanya seru ceritanya pengen baca :)

    ReplyDelete
  3. berapa ya mas kisaran harga bukunya??

    ReplyDelete
  4. Pergilah ke utara dan temukan jodohmu tapi kalo masih jomblo, terjun lah ke jurang #kabur

    ReplyDelete