Makan Siang di Kafe Sawah Pujon Kidul, Malang

Pemandangan hamparan sawah di Kafe Sawah Pujon Kidul, Malang
Pemandangan hamparan sawah di Kafe Sawah Pujon Kidul, Malang

Dua mobil beriringan menyusuri perkebunan Tebu. Aku beserta rombongan menyempatkan waktu di dalam mobil untuk istirahat sekaligus membuka sosial media. Di Turen, beberapa provider teman tidak berfungsi. Aku memanfaatkan gawaiku untuk berbagi sinyal internet (portable wifi).

Perjalanan masih panjang, dua jam dari Turen menuju Desa Wisata Pujon Kidul. Pastinya jalan macet karena libur panjang. Masih di Turen, mendadak jalan sudah macet. Banyak mobil parkir di kedua sisi jalan. Aku melongok ke jendela penuh rasa penasaran.

“Itu Masjid Tiban Turen,” Celetuk salah satu teman.

Seperti ini ternyata ramainya di Masjid Tiban Turen. Pemandangan yang hampir sama sewaktu aku ziarah ke Makam Kadilangu. Banyak bus yang membawa penziarah menuju makan. Selama perjalanan, mobil yang kami naiki sempat berhenti lama karena menunggu mobil yang satu di ruas jalan menuju Batu, Malang.

Desa Wisata Pujon Kidul lokasinya di atas Batu. Bisa terbayangkan bagaimana lalu lintas yang macet selama liburan. Melewati Batu, ruas jalan agak lengang. Jalanan berbelok dan menanjak, aku menikmati perjalanannya.
Tempat singgah kami untuk makan siang
Tempat singgah kami untuk makan siang

Gapura besar bertulisakan Pujon Kidul di sisi kanan kulewati. Di sana terlihat beberapa pemuda yang berfoto. Hawa dingin terasa, ini artinya kami sudah sampai di Desa Wisata Pujon Kidul. Nantinya di sini kami akan makan siang dan melanjutkan aktivitas melihat Sapi Perah dan sorenya menikmati senja.

Aku kaget di jalan kecil dan menurun ini banyak kendaraan silih berganti lewat. Plang anak panah menuju Kafe Sawah tersendat, kami menuju area parkir. Tanah lapang luas dipenuhi mobil, aku masih penasaran bagaimana bisa Kafe Sawah begitu ramai pengunjung yang datang.

Pokdarwis Desa Wisata Pujon Kidul menyambut kami, dan mengarahkan kami pada sebuah warung yang tidak jauh dari rest area Pujon Kidul. Pengunjung benar-benar ramai, hanya bangunan baru yang digunakan untuk menyambut kami saja yang sepi. Banner besar bertulisan selamat datang pada kami terpampang.

Kafe Sawah berdiri sejak Oktober 2016, lahan yang digunakan adalah tanah bengkok (tanah milik desa). Walau terbilang baru buka, namun pengunjung yang datang sangat melonjak. Di hari-hari biasa lebih dari 3000 wisatawan yang datang. Tiap akhir pekan bisa tembus sampai 5000 pengunjung. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Desa Wisata Pujon Kidul.

“Kita makan siang dulu, habis ini baru melanjutkan kegiatan.”
Menu makan siang di Pujon Kidul
Menu makan siang di Pujon Kidul (Dok. Iwan Tantomi)

Minuman jus jambu tertata rapi, selain itu masih ada minuman lain yang disediakan. Tak hanya itu, hidangan mewah seperti ayam goreng, gimbal, dan berbagai sayur tersedia. Aku dan teman-teman blogger antusias makan siang.

Pokdarwis Desa Wisata Pujon Kidul malah meminta maaf karena kami makan siang di bangunan baru. Beliau mengatakan jika pengunjung benar-benar membludak. Kami tertawa kencang, toh kami di sini sudah dijamu dengan baik. Tidak perlu meminta maaf, justru kami yang meminta maaf karena datang terlambat karena jalan macet.

Tak berlama-lama, rombongan blogger makan bersama dengan Pokdarwis Desa Wisata Pujon Kidul & Pokdarwis Desa Wisata Sanankerto. Perwakilan dari Desa Wisata Sanankerto akan di sini sampai sore, beliau nantinya mengantarku dan Mas Ghozali yang pulang ke Jogja setelah magrib.

Kafe Sawah Pujon Kidul konsepnya sangat bagus. Memanfaatkan persawahan luas di dengan pemandangan perbukitan hijau. Dari bangunan baru, aku menatap hamparan sawah. Benar-benar menenangkan, konsep kafe seperti ini harus diacungi jempol.
Landmark Desa Wisata Pujon Kidul Malang
Landmark Desa Wisata Pujon Kidul Malang

Usai makan siang, aku mneyempatkan menuju Kafe Sawah di bawah. Tujuanku sebenarnya untuk menunaikan salat dhuhur, bangunan musola ada di bawah. Mengikuti pengunjung yang mengular, aku menuju bagian bawah. Di sana ada pendopo besar yang digunakan untuk rest area para pengunjung sembari makan siang.

Ada banyak warung kecil yang tersedia. Mereka menjual berbagai makanan dan minuman. Di bawah juga ada landmark Desa Wisata Pujon Kidul yang daya tarik wisatawan yang datang. Landmark bertuliskan Desa Wisata Pujon Kidul warna-warni beserta ikon capung. Di sana banyak orang melakukan swafoto.

Usai salat, aku menyempatkan berkeliling dan mengabadikan berbagai spot di Kafe Sawah. Sekilas terlihat hampir di setiap arah mata angin ada perbukitan menjulang tinggi. Perbukitan itu seperti mengelilingi Desa Wisata Pujon Kidul. Di ujung barat adalah Gunung Kelud. Ujung Selatan ada Pegunungan Kelet, di timur terlihat Pegunungan Lirang, dan di Utara barisan Pegunungan Dorowati.

Ada banyak gazebo yang disediakan Kafe Sawah. Gazebo-gazebo ini dipenuhi pengunjung, mereka bercengkerama dengan keluarga dan orang terdekat. Memanfaatkan hamparan sawah luas, dan desain yang matang sehingga Kafe Sawah ini terlihat rapi. Di atas, tepatnya jalan dari pendopo menuju bawah tertata rapi bunga-bunga kecil di antara jalan setapak.
Barisan gazebo dipenuhi pengunjung saat akhir pekan
Barisan gazebo dipenuhi pengunjung saat akhir pekan

Jauh di bawah deretan gazebo beratapkan payung biru rapi bersekatkan padi menghijau. Sementara jalan yang agak luas dengan tiap sisi terdapat lampu-lampu penerangan yang temaram jika hidup malam hari. Hampir di setiap tempat ini bisa menjadi spot berfoto.

“Ramai banget tempatnya,” Celetukku pada Mas Ghozali dan Aji.

Sembari menunggu teman lainnya salat, kami secara gantian akan menaiki kuda di sini. Sudah ada trek yang disediakan, yaitu memutari warung yang kami gunakan untuk makan siang. Menaiki kuda adalah sebuah kegiatan yang baru di sini.

Mas Adit akan mengantarkan kami berkeliling area Kafe Sawah. Teman-teman silih berganti berkuda. Kegiatan berkuda ini baru dua bulan, dan belum banyak yang tahu. Beruntung kami di sini mempunyai jadwal berkuda. Di Desa Wisata Pujon Kidul tersedia lima kuda, semua kuda masih muda dan berjenis betina.
Menaiki kuda keliling trek di desa wisata Pujon Kidul
Menaiki kuda keliling trek di desa wisata Pujon Kidul

“Nantinya kalau sudah siap semua aktivitas berkuda ini harganya Rp. 25.000,” Terang Mas Adit.

Waktu terus berjalan, agenda kali ini adalah mengunjungi tempat Sapi Perah. Pujon Kidul sejak dulu terkenal dengan susu sapi yang melimpah. Aku dan teman-teman berkesempatan menyambangi salah satu tempat penyetoran susu sapi di sini.

Tidak terasa, sore sudah menyambutku. Aku harus mengakhiri kunjungan di Desa Wisata Pujon Kidul. Meninggalkan delapan teman blogger lainnya yang menginap di sini. Sementara aku dan Mas Ghozali menuju Stasiun Malang, teman-teman di Pujon Kidul menikmati senja yang indah. Mereka juga membagikan kegiatan malam di area Kafe Sawah.
Waktunya berpisah dari teman-teman blogger
Waktunya berpisah dari teman-teman blogger

Sebuah perjalanan yang menyenangkan sejak jumat sampai minggu. Ada banyak destinasi yang kami kunjungi, mendapatkan banyak kenalan, dan bertukar informasi dengan sesama blogger. Perjalanan yang tidak pernah terlupakan, akan tersimpan di setiap barisan cerita teman-teman blogger.

Aku dan Mas Ghozali duduk di seberang stasiun Malang. Usai salat magrib kami berbincang santai di taman sembari meneguk kopi. Di sini kami juga bersua dengan Mas Rifqy yang baru saja pulang dari Tidore. Malam panjang berlalu dari gerbong kereta api Sancaka. Aku melepas lelah sembari memejamkan mata. Berharap kala mata terbuka saat dinihari sudah berada di Jogja.

*Rangkaian kegiatan Travel Blogger Explore Desa Wisata Malang (Tagar #EksplorDeswitaMalang) dipersembahkan oleh Forkom Desa Wisata Malang 14 - 17 April 2017.

Kafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
Narahubung: Bapak Udi (081232581056)
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

29 komentar :

  1. Udah pernah kesini, yey. Tanpa bayar gara-gara kepagian datangnya mwehehee.

    Tapi emang bener sih, tempatnya enak banget untuk mengasingkan diri dari kebisingan dunia digital /ea/ wkwkw. Eh tapi nggak juga sih. Tapi mata bener-bener dimanja banget sama segala rupa tanaman hijau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa bayar, biar pokdarwisnya ada pemasukan :-D

      Delete
  2. Alhamdulillah Mas Sitam udah ke sini
    Alhamdulillah aku belum pernah :(
    Menunya udah serasi....
    Tapi ketika pengunjung tembus 5000 pengunjung tiap akhir pekan itu apa ya nggak kaya pasar banget mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah itu rejeki orang yang berani kabur kala kerja hahahahha.
      Ruame pokonya. Kamu ke sana aja mbak. Kali aja jodohmu ada di sana loh.

      Delete
  3. kalian temen2 blogger di sana kompak sekali..

    konsep tempat makan ini mungkin mirip-mirip kayak di bandung ya misal dusun bambu atau sejenisnya, jadi wisata bisa sekaligus makan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung dekat bang, jadi berusaha untuk kumpul terus. Dan rencananya akan dijadwalkan untuk kumpul lagi.

      Iya bang, konsep kayak gini emang pas banget kalau lahannya luas.

      Delete
  4. wuih mantap ya... sawah sekarang jadi tempat wisata yang nge hits, heuheuheu
    dulu waktu kecil, sering banget main di sawah, nyari ikan, belut dan keong...

    menillik tempat wisata di atas, sebenernya setiap daerah bisa punya tempat wisata seperti ini ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehhe, dulu pas kecil lihat sawah pengennya lihat bangunan menjulang tinggi mas. Sekarang kita kangen masa-masa main di sawah.

      Delete
  5. Favorit banget Cafe Pujon Sawah ini. Seneng lihat kreativitas warga desa kelola cafe yang memanfaatkan bentangan alam yang masih terjaga keasrian persawahannya. Coba kalau ada rumah bertembok di tengah-tengah sawah, kan jadi nggak indah lagi. Keep nature in village is better for horang kota. #halah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saja waktu itu pas senin aku libur, tentu bakalan menikmati keseruan di sana. Kupastikan nggak mandi pagi hahahahhaha.

      Delete
  6. Hiks kemarin saat di Malang, nggak kepikiran ke sini, lihat ini jadi pengen. Moga suatu saat.
    Btw aktifitas itu nggak sesuai KBBI, yang baku aktivitas, hahahaha iseng banget daku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agendakan hahahhaha.
      makasih atas revisiannya mak. Langsung asistenku kusuruh ngedit *eh :-D

      Delete
  7. Kamu masih harus balik, ngerasain gmn syahdunya cafe sawah saat pagi hari. Ulalaaa bgt! Wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Besok kalau udah bawa gandengan ke sini lagi.

      Delete
  8. Wuenak ya jalan-jalan terus Mas.Rullah, mbok melu aku Mas..alias diajak ben bisa kenalan sama blogger lain yang muda-muda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe
      Ini juga kalau jalan-jalan seringnya menyiapkan waktu luang mas. Biar tetep kompakan :-D

      Delete
  9. Ahhh.... Malang sudah banyak berubah sekarang. ntar klo aku mbalek neng Ngalam diajakin jalan jalan yo massss.... aku pengen ngerasain Malang yang sejuk dan nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ke Ngalam ada teman yang pokoknya tahu seluk beluk malang. Mau jalan kaki pun dijabani hahahhahah

      Delete
  10. Sayangnya mas Sitam dan mas Ghoz tidak ikut serta menginap di Pujon ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang saja, nanti aku agendakan buahahhahaha

      Delete
  11. Kalau berkunjung ke Malang, boleh nih coba mampir ke Kafe Sawah Pujon Kidul :)

    ReplyDelete
  12. Replies
    1. Bisa diagendakan kalau liburan ke malang mbak.

      Delete
  13. pemandangannya indah banget ya ampun, pas deh kalau tempat ini di jadiin destinasi wisata..

    ReplyDelete
  14. kerennnn
    cafe sawah begini kreatif ... cocok dikembangkan di daerah2 lainnya, bagus lagi kalau bentuknya koperasi milik ssemua warga desa jadi menaikkan perekonomian seluruh warga desa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kang, lebih baik dikembangkan sendiri dengan membentuk pokdarwis. Pasti warga setempat lebih dapat menikmati hasilnya :-)

      Delete
  15. Wah,, bikin iri saja,,,aku jadi pengen ke pujon,,, gila,, sampai 5000 pengunjung kalau weekend? Penasaran,,,duh,,,menghitung hari-hari kepulanganku nih ga sabar pengen menjelajah Malang

    ReplyDelete