Sepanjang Pesisir Pantai di Telaga, Karimunjawa - Nasirullah Sitam

Sepanjang Pesisir Pantai di Telaga, Karimunjawa

Share This
Kayuhan sepedaku menyusuri sepinya jalan paving dari arah Gelaman menuju Telaga. Aku sendirian menikmati waktu yang sudah mulai agak siang ini. Teriknya mentari tertutupi oleh pepohonan sepanjang jalan. Sepedaku masih menyusuri sepanjang jalan di dusun Telaga, Kemujan, Karimunjawa. Siang ini (Rabu 22 Juli 2015), tujuan bersepedaku sebenarnya tidak jelas. Dalam hatiku hanya ada satu tujuan, memutari sepanjang desa Kemujan, lalu mengabadikan apa saja yang ada di hadapanku.

“Yang penting bersepeda, menikmati waktu selama di rumah,” Ucapku sendiri.

Aku menghentikan laju sepeda ketika sampai di jalan belokan. Di sana tertera tulisan (Telaga), Lapangan, dan Mrican. Benar, depanku ini adalah lapangan sepakbola (dulunya). Aku tidak tahu kenapa pada waktu aku lewat sudah bukan seperti lapangan sepakbola lagi, malah seperti lahan milik pribadi yang sudah ditimbun dengan tanah tambahan. Aku masih ingat waktu kecil dan saat remaja. Aku pernah bermain bola di sini sebagai stiker, bahkan mencetak beberapa gol di lapangan yang dipenuhi pasir. Kenangan waktu kecil sangat jelas dalam pikiranku, selebrasi melepas sepatu dan menjadikannya sebagai telepon dengan menempelkan sepatu ke telinga (mengikuti gaya selebrasi stiker pemain PSMS Medan; kala itu). untuk sejenak, aku terbuai pada sebuah kenangan masa kecil.
Plang petunjuk arah, depan adalah bekas lapangan sepakbola Telaga
Plang petunjuk arah, depan adalah bekas lapangan sepakbola Telaga
Sebelum sampai ke lapangan sepakbola, aku melihat beberapa pantai yang lumayan bagus namun hanya dijadikan tempat berlabuhnya kapal nelayan setempat. Di salah satu pesisir pantai terdapat beberapa kapal tergalang rapi, tidak ketinggalan sampan-sampan kecil yang terjangkar dengan rapi di tepian pantai. Ada sekitar empat sampan kecil, juga terlihat kapal yang terjangkar menyebar di beberapa penjuru. Tidak ketinggalan dari sini terlihat pulau Mrico dengan jelas. Pulau ini jauh lebih dekat kalau dilihat dari pelabuhan Mrican yang tadi aku singgahi.
Ada yang mau main sampan? Sepertinya ini tempat bagus untuk bersampan
Ada yang mau main sampan? Sepertinya ini tempat bagus untuk bersampan
Ada yang mau main sampan? Sepertinya ini tempat bagus untuk bersampan
Lepas melewati lapangan sepakbola, di sisi kiriku sepanjang mata memandang adalah garis pantai. Pohon kepala banyak tumbuh menjulang tinggi, acapkali aku melihat sebuah pelepah pohon Kelapa yang terjatuh dan menghalangi jalan kecil. Aku pun tertarik berhenti di setiap pantai yang terdapat kapalnya. Kali ini aku melihat sedikit pepohonan Bakau yang tumbuh di pantai, setelah itu juga terlihat dua kapal yang terjangkar di tepian laut. Aku kembali berhenti seraya mengabadikan kapal-kapal tersebut. Jika diamati dengan jelas, dilepas pantai sana terlihat beberapa kapal Tongkang yang sedang melintasi perairan Karimunjawa. Selain itu juga terlihat pulau Bengkoang yang jelas walau jauh.
Sunyi banget pantainya
Sunyi banget pantainya
Sunyi banget pantainya
Seperti yang aku bilang tadi, sepanjang jalan dari arah Mrican ke Telaga sepanjang kiri jalan adalah pantai. Pepohonan Kelapa di tepi pantai menjulang tinggi sepanjang perjalanan. Jalan pun berkombinasi dari jalan setapak (tanah) sampai Semen yang sudah mulai berlubang di berbagai sudutnya. Aku pun mengabadikan diri menggunakan Tripod kecil. Tidak lupa juga mengabadikan saat singgah sejenak di salah satu pantai tempat warga setempat melabuhkan kapalnya.
Mengabadikan diri antara sebagai bukti atau sengaja narsis
Mengabadikan diri antara sebagai bukti atau sengaja narsis
Mengabadikan diri antara sebagai bukti atau sengaja narsis
Melewati sepanjang jalan di Telaga ini sebenarnya sama sepertia ku sedang mengenang masa kecil. Menikmati kenangan saat sedang bermain bola, ataupun mengambil jambu biji di rumah saudara yang di dekat sini. Aku terus mengayuh pedal sepedaku, berharap bertemu dengan siapa pun warga yang kukenal. Benar saja, saat melewati rumah saudara, ternyata beliau ada di rumah. Aku singgah sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Batulawang. Aku ingin menuntaskan misi bersepeda keliling satu desaku sebelum kembali ke Jogja besok siang. 
Baca juga tulisan lainnya 

40 komentar:

  1. suasananya tenang banget ya .. damai gitu

    BalasHapus
  2. perjalanan yang selalu menyenangkan :)

    BalasHapus
  3. Duh, yang suka jalan-jalan dan pamerin keindahan alam jadi kepingin nyoba liburan ke karimun jawa. Btw, katanya disana bagus banget laut sama pemandangannya ya mas rula?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo mbak ke sini, heee. Ya seperti inilah keindahannya :-D

      Hapus
  4. tempatnya bagus buat refreshing, apalagi kalau lagi galau :( *eh :D

    BalasHapus
  5. mas dulu pas ngambil jambunya bilang dulu ga mas hehehehe

    BalasHapus
  6. mas lapangan blanya yang sebelah mana mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gambar atas, yg kayak hamparan tanah tandus itu, mas

      Hapus
  7. damai banget rasanya di sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempat jelajah yang menyenangkan di saat lepas dari rutinitas kerja, mbak

      Hapus
  8. Balasan
    1. Mau diculik ke Karimunjawa *penculik yang baik haaaa

      Hapus
  9. Saya dari dulu pengen kesana belum kesampaian mas :( Huhuhu

    BalasHapus
  10. ya ampun sumpah deh sampan nya itu bikin ngiler aja,,,ngomong2 sampan nya boleh dipinjem gak, aku tuh dari dulu suka banget naik sampan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget kok, yang penting dibalikin heeee

      Hapus
  11. wah tempatnya bagus ya,
    tengok lautnya jadi pengen berenang hehe :-D

    BalasHapus
  12. Seru banget ya sepedaan di karimunjawa :D masukin ke bucket list dah ini :D

    BalasHapus
  13. hampir semua post advanture di karimunjawa nih.. promosi nya dominan ke karimun jawa yak

    BalasHapus
  14. Mirip Pantai Kata di Pariaman. Adeeeeemmmm :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah teman dari Sumatera ini heee. Salam kenal, bang :-D

      Hapus
  15. wah blognya bagus gan. artikelnya juga bagus. sip gan. bagus2 informasinya

    BalasHapus
  16. wah seru kayaknya mas di situ adem gitu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, bisa ketiduran kalo kena angin di sini :-D

      Hapus

Pages