Pengalaman Menginap di Pesona Jogja Homestay Yogyakarta - Nasirullah Sitam

Pengalaman Menginap di Pesona Jogja Homestay Yogyakarta

Share This
Yogyakarta berkembang dengan pesat, seperti itulah kenyataannya. Kurun waktu tiga tahun terakhir ini, banyak gedung menjulang tinggi yang dibangun. Sebagian besar yang dibangun adalah hotel. Sampai detik ini, daya tarik Yogyakarta untuk berlibur masih sangat tinggi. Sehingga semakin banyak bangunan-bangunan hotel yang bisa kita pilih nantinya saat berlibur.

Selain hotel yang berjejeran di sepanjang jalan besar pusat kota. Di Jogja juga ada banyak homestay. Bagi yang berlibur dengan keluarga besar, aku rasa memilih homestay adalah pilihan yang tepat. Aku sendiri pertengahan minggu kemarin sempatt ada acara di salah satu homestay yang murah dan lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Pesona Jogja Homestay namanya. Hunian yang berada di daerah Umbulharjo.
Salah Satu rumah hunian di Pesona Jogja Homestay
Salah Satu rumah hunian di Pesona Jogja Homestay
Alamat dan rute homestay
Pesona Jogja Homestay berada di Gang Pandu nomor 484, Celeban UH III, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta. Jika dilihat dari tempatnya, lokasi ini berada di kawasan rumah penduduk, bahkan masuk ke dalam gang. Aku menaiki sepeda menyusuri jalan dan mencari lokasinya. Cukup mudah sebenarnya menemukan tempat ini. Berikut alur jalan menuju homestay;

Dari jalan Kusumanegara menuju area Taman Makam Pahlawan, tepat di samping taman makam pahlawan ada jalan Soga, ikuti jalan tersebut sampai pertigaan jalan Celeban. Di sana nanti ketemu Gedung Asrama UST, belok kanan ketemu gang Pandu. Masuk di sana sampai ketemu homestay. Untuk kalian yang menggunakan kendaraan roda empat memang harus pelan-pelan masuk gang, karena lokasi ini di tengah-tengah rumah warga.

Dokumentasi area Pesona Jogja Homestay
Aku memarkirkan sepeda di depan salah satu hunian di Pesona Jogja Homestay.  Di sini halamannya luas, dan tiap rumah terdapat tempat khusus parkir mobil. Waktu pagi, di depan halaman dipergunakan untuk meja dan kursi. Di sini nantinya digunakan untuk sarapan sambil bersantai.
Halaman homestay cukup luas
Halaman homestay cukup luas 
Enam rumah hunian di sini mempunyai nama yang berkaitan dengan Jogja, seperti Kotagede, Parangtritis, Prambanan, Malioboro, dan lainnya. Kumasuki salah satu hunian di Pesona Jogja Homestay, di sini terdapat ruang tamu yang terpisah. Coraknya beragam, dan tidak ketinggalan lukisan yang ada di tembok. Bagian ruang tamu terdapat kipas angin besar. Sofa-sofanya juga nyaman digunakan duduk santai.
Salah satu sudut ruang tamu di homestay
Salah satu sudut ruang tamu di homestay
Sebelum memasuki kamar, aku melihat lantai dua. Anak tangga minimalis memutar ke atas. Di atas terdapat kamar. Di sini terdapat enam unit rumah dengan pilihan tiga dan empat kamar. Ada juga pilihan kamar mandi di dalam, atau di luar. Tergantung kita memilihnya jika ingin menginap di sini. Nuansa dominan cat putih di setiap pintu ini membuat seakan-akan ruangan ini menjadi lebih terang, dan tentunya cukup bagus diabadikan.
Nuansa putih dominan di salah satu rumahnya
Nuansa putih dominan di salah satu rumahnya
Selanjutnya aku memasuki kamar yang nantinya aku pakai menginap. Tampak minimalis kamarnya. Dua buah bantal besar, handuk, sandal, dan sikat gigi diletakkan di meja depan. Sebuah cermin besar juga tersedia di sini, tepat di bawahnya colokan listrik sudah tersedia. Jangan takut merasa gerah, setiap kamar terdapat AC yang bisa kita atur suhunya. Tidak ketinggalan arah kiblat pada sudut atas kamar. Ada yang menarik di homestay ini, di dalam rak baju terdapat sajadah dan alquran yang disediakan. Televisi 16 Inchi juga tertempel di tembok kamar, siarannya hanya chanel lokal saja. Selain itu, di beberapa ruangan juga terdapat kaligrafi yang terpajang di tembok.
Kamar di Pesona Jogja Homestay
Kamar di Pesona Jogja Homestay
Melongkok di luar kamar. Tiap ruangan ini disediakan juga air mineral di dekat meja makan. Tidak ketinggalan dapur, tersusun gelas dan piring. Sementara di ujung lain adalah kamar mandi. Tidak mewah memang kamar mandinya, namun cukup bersih. Untuk sekelas homestay, aku rasa tempat ini sudah mencakup apa-apa yang diperlukan bagi orang yang menginap.

Suasana berubah menjadi ramai kala malam hari. Lampu hias di atas berkelipan, sementara itu aku dan teman yang lain sudah siap makan malam. Konsep makan malam tidaklah di resto, karena lokasinya cukup kecil. Halaman homestay disulap menjadi resto, dan menyajikan makanan ala Jogja. Ketika aku di sini, sajian Wedang Ronde dan Menu Angkringan tersedia. Aku menikmati santap malam diiringin gamelan. Di sini aku berbaru dengan pengunjung lain yang menginap di Pesona Jogja Homestay.
Suasana malam hari saat makan malam
Suasana malam hari saat makan malam
Pagi hari di sini sangat sepi. Tidak ada keriuhan kendaraan. Hanya sesekali gerobak Soto atau penjual Sate menyusuri jalan dan berhenti di depan homestay. Tiap pagi yang disediakan adalah Teh & Kopi. Pelayanan di sini baik, mereka tak segan-segan menawariku untuk dibuatkan minuman sembari membaca buku di halaman. Kuhabiskan waktu pagi bersantai sembari menunggu sarapan siap. Sarapan pagi ini adalah Pecel, lauknya Tempe, Tahu, dan Telur dadar. Menu sarapannya menggoda sekali.
Minuman; Kopi dan Teh tersedia di sudut ruangan
Minuman; Kopi dan Teh tersedia di sudut ruangan
Menu Sarapan pagi ini adalah Pecel
Menu Sarapan pagi ini adalah Pecel
Aktifitas pagi menunggu sarapan bisa beragam. Selesai membaca beberapa lembar buku, berbincang dengan teman, aku pun menuju lantai dua di salah rumah hunian. Di sini beberapa pengunjung yang menginap sedang Yoga. Aku tidak ikut Yoga, hanya mengabadikan saja dan segera berlalu. Takut mengganggu kegiatan mereka. Sebagai gantinya, aku malah asyik memotert di depan pintu yang berwarna putih. Pintu ini bagus sebagai background untuk berfoto. Oya, kalau mau menggunakan Wifi juga ada loh.
Aktifitas Yoga di lantai dua
Aktifitas Yoga di lantai dua
Motret diri di depan kamar saja
Motret diri di depan kamar saja
Tempat wisata di sekitar homestay
Berada di daerah Umbulharjo, dan dekat dengan Makam Taman Pahlawan, membuat tempat ini tidak jauh dari beberapa destinasi wisata seperti Malioboro, Taman Pintar, Museum Sonobudoyo dan sekitar sana. Dekat juga dengan Pakualaman, Museum De Mata, Kebun Binatang Gambira Loka. Selain itu juga dekat dengan Stasiun Lempuyangan. Jika menuju Bandara kurang lebih 20 menit dari lokasi.

Walau berada di tengah-tengah kawasan pemukiman masyarakat, dan lokasinya agak tersembunyi, akses jalan yang tidak lebar; akan tetapi Pesona Jogja Homestay cukup bagus ditempati. Terlebih bagi kalian yang datang secara rombongan atau bersama keluarga besar. Aku rekomendasikan bagi kalian yang ingin menginap di tempat yang murah dan nyaman di sini. jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota, tapi lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jogja.*Menginap di Pesona Jogja Homestay pada hari Sabtu – Minggu; 15 – 16 Oktober 2016.
Pesona Jogja Homestay
Alamat: Gang Pandu nomor 484, Celeban UH III, Tahunan, Yogyakarta
Telepon Reservasi: (0274) 2872723/ 085776983377/081226948552
Bisa juga memesan melalui situs Traveloka, Agoda, dan booking.
Website: pesonajogja-homestay.com
Sosial Media: @pesonajogja_homestay (IG) @pesonajogja484 (Twitter)

40 komentar:

  1. wah ajiib ya tempatnya...jogja pancen oye :)

    BalasHapus
  2. keren banget tempatnya mas, Nyaman sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih pada ketenangannya, karena lokasi agak masuk di dalam pemukiman warga.

      Hapus
  3. Jadi beneran tinggal di rumah yaaaa
    Tapi jogja mmg maju pesat, dimana mana hotel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya om. Hahahahhah. Bisa tiduran sampe puas akkakakkaka

      Hapus
  4. Suka dengan suasana asrinya. Rasanya memberi kesegaran di tengah kota Yogya yang semakin lama semakin terpolusi yang bikin Yogya mendekati kondisi Jakartah. Boleh nih jadi rekomendasi menginap kalau ke Yogya. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jogja memang sudah seperti itu mas. Kudu sedikit bergeser ke pinggiran agar kita dapat suasana yang lebih tenang.

      Hapus
  5. Dengan cat yang dominan putih jadi kesannya padang dan bersih yo, mas. Sofanya juga manis. Udah gitu suasana malam di sana pasti romantis. Menu sarapannya juga khas desa, tapi pastinya rasanya tetap istimewa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kalau ajak keluarga ke sini loh Koh hahahahahha

      Hapus
  6. mandi gak mandi yang penting poto yes

    BalasHapus
  7. Berapa sewa permalamnya Mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Per rumah 1.2 juta, kalau per kamar antara 300an

      Hapus
  8. Saya ikut menikmati angkringan dan wedang ronde di malam itu, di pagi harinya balik lagi, motret dan ikut sarapan pecel dan ngopi yang asyik :)

    BalasHapus
  9. bisa jadi alternatif penginapan kalo di jogja...menu pecel kelihatannya enak bgt...hihiihi

    BalasHapus
  10. Wuaaaah ada yang lagi yogaaaaaaaa..
    Ikuuuut

    Enaknya tinggal di homestay daripada hotel itu ya gini.
    Berasa di rumah, bukan di tempat lain
    *eaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, beneran mau ikut Yoga? Atau ikut dipotret pas seakan-aakn lagi yoga? hahahhaha

      Sepertinya kamu sedang rindu pulang ke rumah :-D

      Hapus
  11. Sepertinya homestaynya eksklusif banget gan...

    BalasHapus
  12. jogja lagi banyak banyaknya hotel/penginapan yaaa
    banyak aktivis yang protesss, heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheheh, terlebih mereka yang bangun hotel tanpa ada area parkir yang mumpuni.

      Hapus
  13. Kelihatan asri ya homestay-nya. Jadi, berasa suasana seperti di rumah sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enaknya di sini seperti itu mbak, seakan-akan sedang di rumah :-)

      Hapus
  14. aku fokus ke pecel dan telornya malahan mas huhahah *laper*. Ampun Jogja makin buanyak homestaynya tapi ttp aja kalo musim libur kehabisan. dulu pernah pergi sama keluarga kehabisan kamar, dan pada akhirnya nyari sampe ke daerah borobudur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehhe, kalau lagi musim liburan emang kayak gitu mbak. Aku malah lebih suka menghilang dari Jogja kalau musim liburan.

      Hapus
  15. Wisss, bagus banget gan foto2nya. Kira2, kapan ya aku bisa mampir kesana? Hhheee..

    BalasHapus
  16. homestay-nya cakep amaaat... Wow... aku kira kl homestay itu bakal keliatan gak terlalu bersih...

    BalasHapus
  17. aku ngebayangin ya, seandainya aja ada uang lebih, pgn deh ih bikin homestay seperti ini :D.. jd inget rumah2 yg banyak disewain di airbnb... cakep2 dan homy kyk begini juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heeheheeh, beneran mbak, kalau punya homestay sendiri seperti ini bakalan bagus :-)

      Hapus
  18. kak, nanya donggg itu poto kamu yang didiepan kamar pake baju putih udah mandi belom kak ?
    Bisa jadi rekomendasi nih homestay buat liburan bareng keluarga :)

    BalasHapus
  19. Begitu asri ya mas :-)
    btw ane belum pernah main nginep2 gitu, kecuali nginep di rumah saudara .. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heee, saya sering juga nginep di keluarga/saudara. Tapi kalau lagi pengen full main biasanya nggak nginep di rumah saudara

      Hapus
  20. Aaargh gak tahan melihat menu pecelnya, pengen ambil semua! Hahaha :D
    Boleh juga nih jadi rekomendasi penginapan di Jogja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, mas di Jogja padet banget sih jadwalnya :-D :-D

      Hapus

Pages