Menjajal Jalur Sepeda All Mountain di Jurang Jero, Magelang - Nasirullah Sitam

Menjajal Jalur Sepeda All Mountain di Jurang Jero, Magelang

Share This
Jalur All Mountain di Jurang Jero - Dok. Wisnu Ajisastra
Jalur All Mountain di Jurang Jero - Dok. Wisnu Ajisastra
Ide melintasi jalur All Mountain sebenarnya sempat berembus ketika kami sedang bersantai di musala. Aku sendiri tidak tahu di mana titik lokasi jalur tersebut. Sedari kemarin, yang kulihat hanya jalur Downhill. Itu pun sekilas dari warung depan Jurang Jero.

Kami berkumpul sebelum melintasi jalur yang ditentukan. Satu persatu pesepeda melintas. Aku sendiri sengaja menunggu paling belakang. Meski ini jalur All Mountain, tetap saja aku harus konsentrasi tinggi. Terlebih, sebelumnya aku tidak tahu bagaimana treknya.

Secara umum, sepedaku ini tidak direkomendasikan melintasi jalur tersebut. Ban sepeda yang kupakai berukuran 26x150, pada dasarnya terlalu kecil. Sehingga aku menyiasati dengan melintas paling belakang agar dapat mengatur ritme laju sepeda.

Jalur All Mountain ini bersampingan dengan jalur Downhill. Nama yang digunakan untuk tempat ini adalah Jurang Jero Bike Park. Di dekat finish, terdapat pos pembayaran bagi orang yang melintas jalur tersebut, dan dikelola dengan baik.
Kawan siap melintasi jalur All Mountain
Kawan siap melintasi jalur All Mountain
Aku tidak tahu secara pasti tahun berapa pembuatan jalur ini. Jika kubaca dari berbagai ulasan di Google Maps, empat tahun yang lalu sudah ada yang menulis ulasannya. Artinya, kemungkinan di tahun 2018 jalur ini sudah ada.

Seluruh kawan melintasi jalur All Mountain, treknya lebih aman daripada jalur Downhill. Setidaknya pada bagian tertentu rintangannya tak banyak. Sedangkan di jalur Downhill sendiri rintangan buatan tampak jelas dan sepertinya memacu adrenalin.

Di trek ini, kedua jalur terawat dengan baik. Selain itu, nilai tambah di sini adalah pemandangan yang indah. Untuk sebagian pesepeda, tentunya pemandangan seperti ini menjadi menyenangkan, terutama ketika ada yang memotret.

Kawan menurunkan tiang sadel agar lebih nyaman ketika melintasi jalur turunan. Rem sudah kuatur dengan baik. Setidaknya, aku menjaga jarak dengan kawan yang ada di depan. Tanah yang ada di trek masih cukup basah, terkadang agak licin ketika melintas dengan ban sepeda kecil.
Kombinasi jalur yang menyenangkan
Kombinasi jalur yang menyenangkan
Tiga kawan sudah menunggu di titik-titik tertentu. Mereka mengabadikan semua pesepeda yang melintas. Layaknya bersepeda kemarin sore yang mencari konten foto. Pagi ini sebenarnya kami juga mencari konten sekaligus menjajal jalur All Mountain.

Jalur All Mountain ini lebih nyaman bagi pesepeda sepertiku. Trek yang dilintasi cukup nyaman dan tidak banyak rintangan buatan. Jika dilihat secara saksama, ternyata jalur keduanya hanya berjarak kurang dari 10 meter. Panjang trek sepertinya sama.

Laju sepedaku cukup pelan. Hal ini dikarenakan tepat di depanku kawan yang belum terbiasa dengan jalur seperti ini. Sehingga masih gamang. Kami meyakinkan sembari memberikan instruksi agar melaju agak kencang sedikit, serta memainkan rem.

Di titik tertentu, aku menyalip kedua kawan. Laju sepeda lumayan kencang, yang penting kedua tanganku fokus memainkan rem. Jalurnya asyik, melintas di sela-sela pohon pinus, hingga tikungan yang lumayan tajam. Beruntung trek ini tertata dan terawat, sehingga tetap aman.
Ikut terabadikan di jalur AM Jurang Jero - Dok. Wisnu Ajisastra
Ikut terabadikan di jalur AM Jurang Jero - Dok. Wisnu Ajisastra
Pada tikungan tertentu, ban sedikit tergelincir karena ada cerukan yang tergenang air. Beruntungnya laju sepeda masih aman dan terkendali. Tepat di salah satu tikungan, ketiga kawan yang menjadi jurufoto sudah siap memotret.

Ini menjadi pengalaman pertama melintasi jalur All Mountain, tentu semuanya masih dalam batas awal. Setidaknya, ketika ingin melintas di jalur seperti ini, harusnya sepeda yang digunakan harus yang sesuai. Tidak seperti sepedaku.

Batas akhir rute All Mountain tepat di sisi jalur Downhill. Kami berhenti menunggu kawan yang masih di belakang. Sementara itu, salah satu kawan memanfaatkan batas akhir yang bertuliskan Downhill untuk berfoto. Kuambil kamera dan memotretnya.

Bagi sebagian kawan, trek downhill memang sudah sering mereka lintasi. Kulihat beberapa postingan sewaktu kawan menikmati jalur Downhill di Klangon maupun Bambooland Bike Park. Sayangnya, di Bambooland sepertinya kurang terawat.
Swafoto di bagian finish jalur Downhill Jurang Jero
Swafoto di bagian finish jalur Downhill Jurang Jero
Berbagai kesan kawan ketika melintasi jalur All Mountain ini mengatakan puas dengan jalur yang disediakan. Jalur ini aman untuk semua usia, dan terawat dengan baik. Semoga makin banyak gelaran sepeda yang dilaksanakan di tempat ini.

Para pecinta Downhill biasanya mengangkut sepeda menggunakan mobil, melintasi jalur yang kami lewati tadi pagi. Setelah itu, mereka lanjut beraksi menikmati jalur Downhill yang sudah ada. Sama seperti kawan-kawan, kubaca komentar pada ulasan Google Maps, mereka sepertinya puas dengan jalurnya.

Harapannya trek Downhill dan All Mountain ini tetap terjaga dan terawat, sehingga para pecinta sepeda bisa menikmati jalurnya di masa mendatang. Siapa tahu ke depannya bakal ada gelaran akbar yang dapat diselenggarakan di sini.

Tanpa terasa sudah pukul 07.30 WIB. Kami berniat kembali ke tenda untuk sarapan dan melanjutkan aktivitas yang lainnya sebelum pulang ke Jogja. Tepat di landmark, kami foto bersama. Kali ini aku bertugas sebagai jurufoto.
Skuad gowes pagi di Jurang Jero
Skuad gowes pagi di Jurang Jero
Jalan yang dilalui sama dengan kemarin. Seorang kawan mengajak kami melintasi jalur yang berbeda. Meberabas pepohonan pinus dan jalan setapak. Katanya, jalur ini bisa sampai lokasi perkemahan dengan menyingkat jalan.

Terang saja, aku dan tiga kawan lainnya setuju. Jalur yang dilewati tanah bebatuan, menyibak ilalang dan semak. Makin lama, rasanya kami tidak dekat dengan lokasi perkemahan. Malah menuju ladang mili warga setempat. Aku menghentikan sepeda.

Kawan yang lain ikut berhenti, mereka saling bertanya. Aku menyadari ada yang salah, kami tertawa dan balik arah. Percayalah, sepagi ini kami sudah dibohongi kawan yang turut di sana. Kukira memang dia tahu jalurnya, ternyata dia hanya mengira saja.

Tak perlu banyak berpikir, kami putar balik sembari mengumpat dan tertawa. Percayalah, ketika orang lain menggunakan GPS sebagai patokan yang benar, kawan ini juga menggunakan GPS. Gunakan Pikiran Sendiri. *Jurang Jero, 05 Juni 2022.

6 komentar:

  1. pakai sepeda "commuter" di jalur AM .. seru seru aja ya ... selama kita tahu batasannya malah jadi asyikkkk 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya kita sudah tahu bagaimana sepeda kita, jadi kudu menahan ego ahhahahaha

      Hapus
  2. penasaran jadi pengen ngerasain sensasi naik sepeda dengan trek menuruni bukit lewat jalur downhill
    biasanya cuma di jalan datar2 aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau downhill lebih harus lihai, mas. Karena kita melaju dengan kecepatan tinggi dengan sedikit tambahan rintangan

      Hapus
  3. Ternyata rute2 sepeda ini juga punya nama sendiri ya mas 😁. Baru tau ada yg namanya downhill atau all mountain. Suamiku belum pernah nih sepedaan di track begini. Biasanya track yg saingan Ama motor mobil dan truk 🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahah, kalau saingan truk & motor itu rute kita di jalan raya, mbak.

      Hapus

Pages