Senyum Merekah Para Bocah di Pemandian Umbul Permai, Sleman - Nasirullah Sitam

Senyum Merekah Para Bocah di Pemandian Umbul Permai, Sleman

Share This
Anak-anak bermain air di Umbul Permai Sleman
Anak-anak bermain air di Umbul Permai Sleman
Kawan menyebut nama Pemandian Umbul Permai sewaktu berdiskusi mencari rute bersepeda. Sebelumnya, kami bertiga pernah mencari-cari keberadaan pemandian terbuka di Jogja dan sekitarnya, salah satunya yang sempat dikunjungi adalah Pancuran Tuk Bulus, Sleman.

Destinasi tujuan sudah disepakati, tinggal tugas kawan membuatkan rute. Kulacak di Google Maps, jarak dari tempatku ke Pemandian Umbul Permai kurang dari 10 kilometer. Artinya, gowes kami tak jauh. Harus menambahkan lokasi kuliner sebelum berenang.

Kulintasi jalan ringroad utara, pagi ini sudah ada kabar kawan menunggu di sekitaran Terminal Jombor. Suasana pagi di akhir pekan memang lebih banyak pesepeda. Sesekali kulihat oknum pesepeda yang menerobos lampu merah. Sangat disayangkan.

Di Jombor, Yugo sudah menanti. Sementara Ardian bergerak dari arah kota. Ternyata, awalnya titik kumpul bukan di Jombor, tapi di McDonald’s Sudirman. Selang setengah jam, semuanya sudah kumpul. Perjalanan kami lanjutkan menuju Tempel.

Rute yang kami pilih melintasi bawah jembatan Krasak. Sesampai di pasar Tempel, kami memperlambat laju sepeda. Pagi ini cukup ramai pengunjung pasar. Sepeda terus kami kayuh dan berhenti Brongkos Warung Idjo Bu Padmo.
Sarapan di Brongkos Bu Padmo Tempel
Sarapan di Brongkos Bu Padmo Tempel
Biasanya, kami mengunjungi destinasi tujuan berlanjut kuliner. Kali ini berbeda, kami kuliner terlebih dahulu sebelum balik arah menuju Pemandian Umbul Permai. Sarapan brongkos kala pagi cukup mengenyangkan. Lepas makan, kembali kami bersepeda.

Perjalanan ke utara, lantas kembali balik arah timur. Umbul Permai berlokasi di Lojajar, Sinduharjo. Bagi yang tidak familiar dengan jalannya, mungkin kalian tahu Jalan Damai. Tempatnya tak jauh dari ruas jalan tersebut.

Meski begitu, kami melintasi jalur blusukan. Sehingga tampak jauh lebih menyenangkan. Dua kawan sudah melaju di depan, melintasi gang-gang rumah warga, hingga pematang sawah. Lantas berhenti melihat rute di gawai. Sepertinya kami salah jalur.

Tersesat di perjalanan kala bersepeda merupakan bagian dari bumbu-bumbu yang layak ditertawakan setelah sampai lokasi. Kami sampai di jalan Damai, mengikuti arahan peta, masuk ke jalan Umbul Permai dan berhenti di tepian jalan.
Lokasi Umbul Permai Sleman di belakang resto
Lokasi Umbul Permai Sleman di belakang resto
Di belakang bangunan restoran atau toko terdengar suara anak-anak bermain air. Itulah Pemandian Umbul Permai. Hanya saja, akses masuknya tidak ada. Aku mendekati bapak parkir yang menjaga Warung Kulinan.

“Dulu ada jalan di dekat sini (pematang sawah). Tapi ditutup. Kalau mau ke sana, lanjut saja. Di depan, pas sebelum belokan ada jalan kecil belok kanan. Ikuti jalurnya, mas,” terang beliau.

Tepat di tikungan, ada jalan tanah membelah area ladang penduduk. Sekilas mirip jalur gravel. Kontan sepeda lipat yang kunaiki agak bergetar. Sedari tadi, aku tertinggal karena memang jalan yang kami lewati cocoknya sepeda menggunakan ban lumayan besar.

Sepertinya jalan ini memang diperuntukkan penduduk setempat menyingkat perjalanan menuju ruas jalan utama. Aku di depan, belok kanan, hingga sampai dekat kendang ternak. Lantas jalan lumayan besar di tengah pematang sawah. Akses ke Umbul Permai sudah terlihat jelas.
Anak-anak beraksi saat loncat ke air
Anak-anak beraksi saat loncat ke air
Ternyata ada akses lebih bagus jika melewati jalan Umbul Kulon. Jalanan ini sudah cor semen sampai di Pemandian Umbul Permai. Suasana pagi lumayan ramai. Ada banyak sepeda yang terparkir. Pun anak-anak sedang bermain air.

“Youtube-nya apa, mas?” Teriak sekumpulan anak-anak.

Aku tertawa sembari memegang gopro. Mereka berdebat sendiri, bahkan salah satu anak berceletuk kalau aku Youtuber abal-abal. Sontak kami tertawa bersama. Sepertinya, sepeda yang terparkir ini milik para anak yang sedang berenang di sini.

Dua kawan sudah menuju kolam yang lebih dalam, sementara aku masih asyik berinteraksi dengan anak-anak di kolam dangkal. Mereka riang, menikmati waktu pagi dengan bermain air di tempat terbuka, dan gratis. Tentu tempat ini menjadi lokasi favorit untuk bermain.

Umbul Permai berada di dekat petakan sawah. Ada beberapa pohon besar yang menjadikan lokasi ini lebih teduh. Tampak juga bangunan terbuka dengan tinggi kurang dari dua meter. Jika dari jalan besar, keberadaan Umbul Permai tertutup tembok.
Keceriaan Anak-anak di Umbul Permai Sleman
Keceriaan Anak-anak di Umbul Permai Sleman
Tempat ini sepertinya pernah dikelola dengan baik, meski tampaknya tidak berkelanjutan. Tidak ada yang menjaga, serta berenang di sini gratis. Jika dilihat lebih seksama, sudah ada empat bilik tanpa atap untuk mereka yang ingin ganti pakaian.

Sekumpulan anak cukup riang, mereka berlompatan sembari berteriak kencang. Aku mengambil kamera dan mengabadikan segala tingkahnya. Keberadaan Umbul Permai ini tentunya menjadi wahana yang menyenangkan bagi mereka. Berenang tanpa harus membayar.

Usai memotret dan merekam, aku menuju kolam yang lebih dalam. Dua kawan sudah berbincang dengan pengunjung yang lain. Aku turut menuruni kolam tersebut. Airnya cukup dingin, beruntungnya tetap jernih. Tembok-tembok tempat bilik sudah banyak coretan.

Umbul Permai menjadi wahana bermain bagi anak dengan segala keadaannya. Tentu saja aku berharap tempat ini dikelola dengan baik, sehingga terawat. Dengan begitu, umbul permai tetap bertahan dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Umbul permai untuk orang dewasa
Umbul permai untuk orang dewasa
Segala coretan, bilik kotor, hingga di selokan tersebar plastik kemasan menjadi pemandian Umbul Permai butuh perhatian. Siapa tahu masyarakat setempat dapat mengelola sehingga tempat ini bisa menjadi lokasi tujuan wisata lokal. Terlebih jika tempatnya bersih dan ada warungnya.

Bukan tidak mungkin konsep seperti Umbul Saren bisa diterapkan di sini. Ada warung, ada yang membersihkan, serta ada pemasukan bagi masyarakat setempat. Aku melirik bagian bawah pohon dekat kolam dewasa, ada semacam bunga-bunga yang diletakkan seseorang.

Umbul Permai menjadi tempat anak-anak bermain riang tanpa menggunakan gawai. Mereka tersenyum lebar, tertawa kencang, dan berenang sepuasnya tanpa ada rasa takut. Akhir pekan yang pastinya dirindukan ketika nanti mereka sudah beranjak dewasa. *Umbur Permai; Sabtu, 18 Juni 2022.

8 komentar:

  1. semoga ke depannya bisa dikelola lagi dengan lebih baik
    bisa seperti umbul2 lain yang sukses rame

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, minimal dirawat dengan baik agar sampahnya tidak menumpuk

      Hapus
  2. Kata temenku, kalau ke Klaten gak cukup sehari buat nyobain segala umbulnya haha, eh ternyata di Sleman juga ada. Deket nih dari rumahnya Arako dan Nugi kayaknya, jadi kalau ke Yogya bisa ikutan mandi sama adek-adek itu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bang, di Klaten hampir semua daerah yang berdekatan dengan Ponggok ada tempat mandinya. Keren-keren lagi

      Hapus
  3. Sayang ya mas kalo ga dirawat. Umbul begini, berarti airnya dari mata air kan Yaa?

    Lebih seger mandinya drpd di kolam renang.

    Pengen banget nyobain mandi di umbul2 begini kalo nanti ke Jogja.

    Anak2ku juga pasti seneng.

    Sepedaan di Jogja asik Yaa, jalan yg dilewatin view-nya nyegerin mata 😄. Suamiku kemarin sepedaan Ama temen2nya, sampe ke PIK dari rumahku di Rawamangun. Ga usah tanya jauhnya, mana lawannya mobil dan motor 🤣. Berasa banget capeknya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhahha,
      salah satu tantangan terbesar gowes di ibukota adalah saingan kendaraannya. Memang kudu ekstra

      Hapus
  4. rute blusukan malah lebih asyik ya mas ... melihat hal2 baru.
    di daerah jogja sekitarnya banyak banget umbul ya ... kalau di sekitaran jabodetabek .. dikit banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget, apalagi Klaten, kang. Ini juga kepikiran kalau akhir pekan nyari tempat buat mandi seperti ini lagi

      Hapus

Pages