Menyesap Japanese Coffee di Mare’ by Praukuno Rembang - Nasirullah Sitam

Menyesap Japanese Coffee di Mare’ by Praukuno Rembang

Share This
Japanese Coffee di Mare' by Praukuno Rembang
Mare' by Praukuno Rembang
Secangkir Japanese Iced Coffee diantarkan pramusaji ke mejaku lengkap dengan tatakan kayu. Selain kopi yang kupesan, terdapat gelas berisi air es serta semacam postcard. Siang ini, kami sengaja berkunjung Mare’ by Praukuno Rembang untuk sekadar bersantai.

Sebulan yang lalu, istri mengirimkan sebuah akun instagram kafe baru di Rembang. Saat itu, kami selesai mengopi di Cova Coffee Rembang. Di waktu yang bersamaan, Mare’ by Praukuno sedang dalam masa pengenalan, tapi belum resmi buka.

Kami sudah merencanakan untuk mengunjungi Mare’ by Praukuno di akhir pekan. Lokasinya satu tempat dengan Praukuno yang berdampingan dengan Pollos Hotel Rembang. Selain itu juga dekat dengan kafe Satu Lagi. Kafe yang beberapa kali kusambangi kala bersua dengan kawan.

“Mohon maaf kak, kita sedang persiapan buka. Kakak bisa menunggu di dalam ataupun di luar. Jika sudah bisa pesan, kami informasikan,” terang salah satu staf yang sedang membersihkan kaca pintu.
Bangunan Mare' by Praukuno Rembang
Bangunan Mare' by Praukuno Rembang
Mare' by Praukuno Rembang merupakan kafe yang baru dibuka. Terlihat beberapa kiriman bunga ucapan atas dibukanya kafe tersebut. Di bagian luar, terlihat luas dengan banyak kursi. Bahkan terdapat beberapa spot foto serta area bermain untuk anak kecil.

Tidak hanya itu, deretan kursi dan meja tertata rapi untuk area luar ruangan. Sepertinya manajemen dari kafe Mare' by Praukuno Rembang sudah membuat konsep dengan detail untuk memanfaatkan tiap sudut area luar ruangan.

Bagian dalam kafe Mare' by Praukuno Rembang tak kalah indah. Secara konsep kafe, kuakui memang arsitektur yang menata ruangan ini keren. Bagian pramusaji dan barista dibuat terbuka di tengah. Kemudian setiap sudut yang berbatasan dengan dinding kaca diletakkan meja dan kursi.

Ada meja kecil yang bisa digunakan untuk dua orang. Ada juga kursi sofa yang bisa dimanfaatkan para pengunjung dalam jumlah lebih besar. Tiap bawah meja terdapat colokan listrik yang bisa dimanfaatkan bagi para pekerja lepas ataupun mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas kampus.
Sudut-sudut di kafe Mare' by Praukuno Rembang
Sudut-sudut di kafe Mare' by Praukuno Rembang
“Sudah bisa pesan, kak. Tadi siapa dulu yang datang?” tanya pramusaji padaku.

Aku menunjuk sekumpulan cewek yang memang sudah datang lebih dulu. Jika diurutkan, harusnya aku pengunjung ketiga. Namun karena lumayan lama antre, aku duduk terlebih dahulu. Membiarkan beberapa pengunjung yang baru datang untuk mengantre lebih dahulu.

Sejak melihat menu yang sudah terpampang di depan kasir, aku tertarik mencoba dirty latte. Minuman yang beberapa kali kupesan di kedai kopi saat di Jogja. Sayangnya, menu tersebut belum siap. Akhirnya aku memutuskan untuk memesan manual seduh.

“Kopi filter saja mbak. Japanese saja mbak, beans-nya Gayo,” ujarku.

Sementara itu, istri memesan minuman nonkopi. Pilihannya jatuh pada Earl Grey Milk Tea. Selain itu, kami juga memesan dua potong brownies. Harga minuman ataupun makanan di sini terjangkau. Dimulai dari 20.000 rupiah untuk tiap menu.

Pembayaran di kafe Mare' by Praukuno Rembang hanya menggunakan metode nontunai. Di banyak kota, pembayaran nontunai ini memang sudah lazim ditemukan. Tentu saja hal ini lebih disukai kalangan generasi Z. Karena memang seringnya transaksi dengan nontunai.
Daftar menu dan harga di Mare' by Praukuno Rembang
Daftar menu dan harga di Mare' by Praukuno Rembang
Pesanan istri sudah lebih dulu dibuatkan. Kami mengambil pesanan di meja kasir. Sementara itu, pesanan kopiku belum jadi. Informasi dari pegawai, nantinya diantar ke meja. Kulihat di meja barista, seorang barista sedang sibuk membuat kopi pesananku.

Lebih dari seperempat jam dari datangnya pesanan istri, punyaku masih belum jadi. Tak berselang lama, seorang pramusai mengantarkan pesananku. Secangkir Japanese Iced Coffee lengkap dengan air mineral dalam gelas yang terpisah.

Salah satu yang menarik perhatianku adalah semacam postcard yang juga disertakan. Kulihat tulisannya, ternyata postcard ini berisi tentang informasi biji kopi yang digunakan. Di tulisannya tertera asal kopi Aceh Gayo. Selain itu juga ada informasi lainnya.

Informasi meliputi rasa yang ada pada seduhan kopi, siapa yang mengolah biji kopi tersebut,proses olahannya, ketinggian tanaman kopi ini, dan yang lainnya. Informasi ini tentu menarik untuk diketahui oleh orang awam sepertiku.
Sajian minuman kopi di Mare by Praukuno Rembang
Sajian minuman kopi di Mare by Praukuno Rembang
Adanya postcard yang berisi informasi biji kopi ini layak aku apresiasi. Setidaknya, ini adalah cara dari Mare’ by Praukuno Rembang dalam mengenalkan berbagai jenis biji kopi yang ada di nusantara. Dari etalasenya, cukup banyak variasi biji kopi yang dikoleksi oleh Mare’ by Praukuno.

Perpaduan antara kopi dan kue basah yang ada di Mare’ by Praukuno Rembang ini menarik. Kami berdua asyik bersantai menikmati segarnya Japanese Iced Coffee kala siang hari. Tanpa terasa pesanan kami tandas. Ini artinya kami harus pulang.

Mare’ by Praukuno Rembang ini menjadi salah satu kafe yang menyenangkan untuk dikunjungi. Bisa jadi dalam waktu tidak lama menjadi salah satu kafe hits di Rembang. Jelajah kafe hari ini tuntas. Mari kita agendakan jelajah kafe yang lainnya di Rembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages