Rela Digigit Puluhan Nyamuk

Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian fieldtrip. Siang hari (27 Juli 2015) seluruh mahasiswa melakukan praktek di salah satu Laboratorium di B2P2VRP Salatiga. Seluruh mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok, aku pun bergantian untuk mengabadikan seluruh kegiatannya. Ternyata, menjadi seksi dokumentasi saat mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok merupakan pekerjaan yang lumayan ribet. Aku harus lari mondar-mandir untuk dapat mengabadikan kegiatan mereka yang berbeda.
Tulisan di B2P2VRP Salatiga
Tulisan di B2P2VRP Salatiga
Ketiga kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah berhubungan dengan Nyamuk dan Kecoa. Kelompok pertama melihat reaksi Kecoa yang ditaruh di tabung, lalu tabung tersebut disemprot dengan obat serangga cair. Ditunggu reaksinya selama 24 jam. Apakah serangga tersebut mati atau tidak, ingat cara penyemprotannya pun berkala. Artinya hanya diperbolehkan beberapa kali semprotan dan diberi jeda waktu tertentu.

Sementara dua kelompok lainnya berhubungan dengan Nyamuk. Kelompok kedua adalah menggunakan ruangan terbuat dari kaca yang di dalamnya ada sekitar 20 Nyamuk, kemudian ruangan tersebut diberi Obat Nyamuk bakar. Ditunggu 10 menit apakah nyamuk di dalam tersebut mati atau pingsan. Asap obat nyamuk tersebut menggumpal di dalam ruangan yang terbuat dari kaca, dan berukuran tidak lebih dari 120 x 60 cm.
Di dalam Laboratorium B2P2VRP Salatiga
Di dalam Laboratorium B2P2VRP Salatiga
Di dalam Laboratorium B2P2VRP Salatiga *Udah mirip mahasiswa belum?
Kelompok ketiga akan melakukan Uji Repellent. Jadi aku mengamati mahasiswa yang mengorbankan kedua tangannya untuk digigit Nyamuk selama 5 menit di dalam kotak yang hanya sebesar 60x40 cm. Aturannya adalah, tangan kanan tanpa diberi lotion Nyamuk, sedangkan yang kiri diberi lotion. Setiap tangan gantian masuk dalam waktu pertangan adalah 5 menit. Nyamuk-nyamuk tersebut menggigit, namun harus cepat-cepat digerakkan tangannya agar tidak terlalu lama menggigit. Dia pun harus menghitung berapa nyamuk yang menggigit dalam waktu 5 menit. Alhasil sekitar 500 gigitan ada di tangan tanpa lotion selama 5 menit. Sedangkan yang memakai lotion, hanya sekitar 50an saja dengan durasi yang sama.

Aku pun tertarik untuk mengikuti Uji Repellent tersebut. Seluruh mahasiswa sepertinya mengerjaiku, mereka kelihatan bahagia kalau aku digigit nyamuk. Aku pun mulai memasukkan tanganku. Ternyata nyamuk-nyamuk tersebut ganas banget. Hanya berdurasi 3.5 menit, sekitar 267 gigitan nyamuk di tangan kananku. Sebenarnya lebih, tapi bingung aku menghitungnya. Ketika tangan kiri yang ada lotionnya, tidak lebih dari 36 gigitan dalam waktu 5 menit. Selesai ikut Uji Repellent, aku pun bertanya jenis nyamuk apa yang tadi disebar dan digigitkan pada aku dan salah satu mahasiswa.
Ikutan Uji Repellent, pasah digigit puluhan Nyamuk
Ikutan Uji Repellent, pasah digigit puluhan Nyamuk
Ikutan Uji Repellent, pasah digigit puluhan Nyamuk
“Itu tadi 50 Nyamuk Aedes aegypti, mas,” Jawab petugas Lab tersenyum

“Lah, yang bener, bu?” Aku terperanjat mendengarnya.

Beliau pun menganggukkan kepala. Sementara para mahasiswa yang tadi praktek berpisah pun tertawa melihat ekspresiku. Nggak nyangka kalau ternyata nyamuk yang menggigitku itu nyamuk ganas. Duh nasib benar aku. Namanya penyesalan memang selalu datang terlambat.

“Tenang, Mas Rula. Kalau nanti seminggu deman, cepat-cepat ke dokter. Kalau tidak ya gak apa-apa, berarti daya imunmu kuat,” Seloroh salah satu mahasiswa.

Semua mahasiswa dan petugas Lab pun tertawa, termasuk dosen pembimbing yang ikut di sini. Ada sedikit kecemasan, namun tidak jadi masalah. Toh saat aku mencoba untuk menggigitkan tangan, pasti petugas Labnya sudah tahu. Sebuah pengalaman yang membuatku terkesan, karean aku bisa ikut melakukan apa yang mahasiswa lakukan. Ada yang minat digigit 50 Nyamuk? *Liputan ini bertempat di B2P2VRP Salatiga tanggal 27-29 Juli 2015 bersama dengan mahasiswa S2 Ilmu Kedokteran Tropis FK-UGM.
Baca juga tulisan lainnya
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

23 komentar :

  1. waduh mas, perbedaan yang sangat jauh sekali yaaa :)
    digigit nyamuk 3 kali aja udah gatel banget, apalagi sampe ratusan gitu :D

    ReplyDelete
  2. Di gigit 1 nyamuk aja udah bentol-bentol apalagi 50 nyamuk mas rula bentol-bentol semua dong kulitkuuuuuh :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aman, tidak bentol-bentol. Kayaknya kulitku udah kebal ama gigitan Nyamuk haaaa

      Delete
  3. Aku saya mah ga mau kang digigit nyamuk banyak gitu, kecuali lagi tidur dan saya ga tahu tuh bisa juga sih. he,, he,, he,, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga kali pertama jadi donatur untuk Nyamuk, kang :-D

      Delete
  4. Hahaha awas mas ntar 3hari kemudian kena Demam berdarah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah aman, mas. Udah melewati masa-sama tersebut haaaa

      Delete
  5. emang g takut demam berdarah tuh mas wkwk

    ReplyDelete
  6. duh ga kebayang di gigit nyamuk sebanyak itu, gmana gatelnya hehe, oh ya mas nasir itu yang pake obat nyamuk bakar reaksi ke nyamuknya gimana ? pada mati nyamuknya apa engga berpengaruh, kebetulan musim kemarau banyak nyamuk di rumah saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mati mbak, tapi itu hanya dalam ruangan kecil. Sebenarnya lebih bagus kamar tidurnya diberi kelambu. Karena selama ini paling efektif untuk menghindari nyamuk adalah menggunakan kelambu.

      Delete
  7. resiko jadi kelinci percobaan :D
    jadi yang paling ampuh untuk usir nyamuk apa ?
    kalau saya sih pakai raket aja

    ReplyDelete
  8. kalau saya sih ga rela digigit puluhan nyamuk

    ReplyDelete
  9. Wah ngeri juga ya, ane lihatnya ikutan mrinding di rubungi nyamuk sebanyak itu. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sensasinya beda, kang. Heeee, sampai berkeringat :-D

      Delete
  10. waduh aku gak berani mas digigit 50 nyamuk karna setelahnya kulit aku pasti gatel-gatel dan terus jadi bekas luka dech, ngomong2 nyamuk tadi sore aku digigit nyamuk, nyamuk nya gede sekitar 1 cm. padahal digigit paling 1 detik tapi bekasnya kaya langsung jadi bengkak gitu wkwkwk seandainya 50 nyamuk tapi nyamuknya besar-besar berani gak mas? hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya kalau nyamuknya sebesar itu aku langsung kabur :-D

      Delete
  11. Replies
    1. Seumur-umur belum pernah donor darah unk PMI (karena berat badan kurang), tapi udah donor ke nyamuk dari kecil *sering digigit nyamuk haaaa

      Delete