Sate Klathak Pak Pong Bikin Ketagihan

Menjelang akhir September 2015, tanpa sengaja menjelang magrib hari hpku berdering, suara dari seberang pun jelas terdengar.

“Nasrul, kita makan malam yuk. Sate Klathak yang di Imogiri ya.”

Mendengar mandat ajakan yang menggiurkan itupun aku langsung bergegas. Tanpa membuang waktu lama, aku langsung menuju hotel di daerah Demangan, yang notabenenya hanya sekitar 5 menitan dari kosku. Seorang lelaki sudah menungguku seraya menyapa; “Halo, gue Cumi,” Anggaplah seperti itu cara kami pertama kali bertemu di Jogja. Om Cumi yang punya blog kece cumilebay ini sengaja singgah ke Jogja hanya untuk menenangkan pikiran *katanya.

Menggunakan sebuah mobil, kami pun meluncur ke Jalan Imogiri Timur. Tempat tujuan kami adalah Sate Klathak yang sudah melanglang buana namanya. Kuliner yang ada di Jogja ini selalu mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Menyusuri jalanan ringroad, mobil sampai di perempatan Giwangan, langsung belok kiri sampai ketemu lampu merah perempatan Jejeran. Perempatan itu pun kami langsung belok kanan, sekitar 200 meter nanti kanan jalan sampai di lokasi (arah menuju Stadion Sultan Agung, Bantul).
Sampai di Sate Klathak Pak Pong,
Sampai di Sate Klathak Pak Pong, 
Tanpa membuang waktu, kami pun memesan menu yang paling spesial. Dua porsi Sate Klathak, Satu porsi Tengkleng, dan satu porsi Gulai daging. Baiklah, sepertinya kami berdua ini akan makan besar. *Anak kos tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan makan besar seperti ini.  Seraya menunggu om Cumi yang memesan menu, aku duduk di meja pojok. Tidak banyak yang bisa aku abadikan, karena kamera tidak mumpuni untuk mengabadikan pada malam hari. Aku melihat segala penjuru, tempat duduk yang luas serta tempat parkir yang luas juga mumpuni untuk menampung puluhan pecinta kuliner saat malam hari.
Si Bos lagi nulis pesanan
Si Bos lagi nulis pesanan
Si Bos lagi nulis pesanan
Kami pun berbincang santai seraya menunggu menu yang sudah dipilih. Obrolan tentu sekitaran blog, dari sini aku mendapatkan semacam wejangan dari om Cumi untuk tetap semangat menulis di blog. Menu pun akhirnya mendarat dengan mulus dimeja kami. Sate Klathak yang cukup unik karena tusukannya dari jeruji sepeda motor ini menggugah selera. Ingat satu porsi hanya ada dua tusuk saja, namun walau hanya dua tusuk; tetap saja memuaskan. Bagi pecinta sate kambing muda, mungkin kalian bisa memesan lebih dari satu porsi untuk satu orang. Aku yakinkan untuk kalian yang belum pernah mencoba Sate Klathak, sate ini sangat empuk dan bikin kita ketagihan ingin nambah.
Selamat menikmati Sate Klathak
Selamat menikmati Sate Klathak
Selesai melibas semuanya, aku coba berkeliling menuju tempat menyajian daging sampai akhirnya dijadikan sate. Ada tiga orang yang sibuk dengan pekerjaannya, satu orang sibuk mengiris daging sesuai ukurannya, sedangkan yang dua disibukkan dengan menusuki daging Kambing pada setiap jeruji. Akupun mencoba mengabadikan kegiatan mereka.
Aktifitas mengiris daging Kambing Muda
Aktifitas mengiris daging Kambing Muda
Cukup sudah makan Sate Klathaknya, untuk semua pesanan yang kami pesan habis 80k. Dan keberuntungan sedang menaungiku malam ini. Baru bertemu sekali dengan om Cumi, langsung ditraktir. Semoga rizki semakin lancar, om. Terima kasih atas traktirannya yang banyak banget selama di Jogja.
Baca juga tulisan lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

46 komentar :

  1. Kirain makan sate katak mas, ternyata sate kamping O_o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakakakkakakka, kalo katak takut juga aku ahhahha

      Delete
  2. ditusuk pakai jeruji motor? trus jerujinya dibuang apa dipake ulang ya?

    ReplyDelete
  3. Buset nyebut2 nama bokap gw, eh nama lo sama kayak nama bokap gw :D
    baca nama klatak gw pikir sate dari daging binatang yang ampibi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakakakkakka, jangan bayangi sate Katak ya hahahhaha. Duh maaf kalo nama bokapmu sama :-)

      Delete
  4. wah "golden invitation" ni, sama om cumi lebay pulak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaa, selama om Cumi di Jogja, aku diculik untuk makan :-D

      Delete
  5. Nyoba Sate Klatak Pak Bari tengah pasar Jejeran dap... Dia yang masih tersisa dari sejarah cikal bakal sate klatak, istilah e pelopor... cocok dinggo gowes night ride..

    ReplyDelete
  6. terbayang daging kambing ma yang medium welldone tersaji dimeja dan siap dinikmati bahagia..... haaaaaaaaaaaseeekkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhahah, pokoknya nikmat tak terkira :-D

      Delete
  7. ini sate udh lama bgt aku pgn cobain...Tapi ga jadi2... skr lg hamil gini mana bisa makan kambing :D.tpaksa nunggu abis lahiran :D... potongan dagingnya walo dua tusuk, tp sepertinya gede-gede ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeeee, gede banget. Tapi bisa aja kalo benar-benar suka jadi nambah porsinya :-D

      Delete
  8. Perasaan pernah baca soal sate klathak ini, setelah baca ternyata makannya bareng om cumi ya? :)

    Sayang aku lagi belajar nggak amkan daging, jadi nggak ngiler lihat sate klathaknya *dilemparklepon* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, selama di Jogja saya diajak keliling kulineran :-D

      Delete
  9. tusukannya itu loh. jeruji. tapi baguslah jadi hemat phon. biar awet

    ReplyDelete
  10. sate klathak baru denger saya mas

    ReplyDelete
  11. kayaknya enak, tapi sayangnya aku vegetarian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ati-ati ntar malah tergoda untuk makan :-D

      Delete
  12. aku paling cocok juga pak pong, kalo soal makan nasi klathak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kapan kita agendakan NR + Kulineran :-D

      Delete
  13. Sumpah nich sate JUARA BANGET dan aku suka sekali #lebay
    Duch kenapa nama ku disebut2 kan aku jadi maluuuuu hahaha

    ReplyDelete
  14. wah dari gambar aja sepertinya enak banget tu mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut banyak orang, sate ini emang juara deh rasanya :-D

      Delete
  15. wah .. ternyata kalau makan2 sama masCum itu dia yang dibayarin ...
    mesti panggil masBos dong ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah bilang, sering-sering ya om, dibayarin :-D

      Delete
  16. mantapp.. ditraktir mas cumilebay euy :0

    btw asal usul penggunaan jeruji sebagai tusuk sate klatak mulanya gimana ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Denger-denger sih biar nggak sekali pakai tusuknya, besok-besok aku mau coba cek apa seperti itu alasannya atau tidak :-D

      Delete
    2. semacam menghemat tusukan gitu ya bro, mengurangi penebangan kayu wkwkwk

      Delete
    3. Bisa jadi, hahhahah. Tapi memang unik jadinya kalau pakai tusuk seperti ini :-D

      Delete
  17. iiiisss mantapnya,... lain kali mau kesana ahh.. kayanya mantebp bener.. hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu tempat yang kudu dikunjungi kalo ke Jogja, gan.

      Delete
  18. wah, kapan ya bisa ke sate klathak pak pong ini.....
    hmmm kepengen bet niih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main ke Jogja, mbak. Nanti terus ke sini :-D

      Delete