#JajananPasar Akhirnya Mencicipi Kuliner Horog-horog Jepara

Aku tidak serta-merta meninggalkan pasar, walau kedua tanganku sudah membawa bungkusan Nasi Urap dan Cetot. Mataku tertuju pada kesibukan simbah yang tadi membungkuskan Cetot. Beliau mengambil semacam makanan yang terbungkus rapi daun Pisang. Dibukanya bungkusan tersebut, sebuah makanan berwarna putih terlihat jelas olehku.

“Itu Horog-horog, mbah?” Tanyaku kembali dengan bahasa Jawa.

“Iya mas,” Jawab simbah masih berusaha membuka bungkusannya.

“Aku bungkuskan dua porsi, mbah,” Pintaku antusias.
Simbah yang jualan Horog-horog berdampingan dengan yang jualan Nasi Urap
Simbah yang jualan Horog-horog berdampingan dengan yang jualan Nasi Urap
Simbah yang jualan Horog-horog berdampingan dengan yang jualan Nasi Urap
Sejenak simbah berhenti membuka bungkusan Horog-horog, beliau mendongakkan kepala ke arahku dengan raut agak terkaget. Bisa jadi beliau kaget karena aku sudah membawa banyak bungkus makanan, kali ini menambah lagi dua porsi Horog-horog. Setelah beliau yakin melihatku, simbah pun cekatan mengiris Horog-horog dua porsi untukku.

Mungkin kalian yang berada di luar Jepara agak bingung dengan kuliner satu ini. Horog-horog adalah kuliner khas Jepara yang dari dulu aku cari-cari. Pernah beberapa kali aku ke Jepara, namun baru kali ini aku bisa menemukannya di pasar. Karena itu juga aku sangat antusias ketika simbah tersebut membuka bungkusnya. Bagi kalian yang kurang paham, Horog-horog ini terbuat dari Pati Aren. Setelah diolah dan jadi seperti ini, rasanya pun menjadi gurih. Terang saja tekstur makanannya tidak lembut, semacam kita sedang makan pudding. Kalau di Jepara, Horog-horog ini lebih nikmat jika dimakan dengan laut Sate Kikil. Jadi kalau bisa beli sekalian satu paket, Horog-horog dan Kikil.

“Berapa, mbah?”

“Dua ribu, mas.”
Horog-horog kuliner khas Jepara
Horog-horog kuliner khas Jepara
Horog-horog kuliner khas Jepara
Untuk kesekian kalinya aku harus terkaget tidak percaya, Horog-horog yang seporsi ini hanya dijual dengan harga Rp.1000,- saja. Aku pun menerima dua porsi Horog-horog yang dibungkus dengan daun Jati. Kemudian membayarnya, dan menggabungkan dengan bungkusan makanan lainnya. Pagi ini aku memborong 4 porsi Nasi Urap, masing-masing 2 porsi Horog-horog dan Cetot. Total pengeluaranku adalah Rp.12.000,- saja. Amat sangat murah kan?

Jika kalian masih penasaran dengan Horog-horog, ataupun ingin merasakan bagaimana rasanya Horog-horog yang sedikit gurih ini. Kalian bisa berburu makanan khas Jepara ini di pasar-pasar sepanjang di Jepara. Aku rekomendasikan jika sebaiknya pagi hari untuk mencarinya, kadang sore sudah jarang ada yang jualan Horog-horog di Jepara. Selamat mencoba berburu Horog-horog Jepara. *Kuliner ke Jepara (Pasar Apung) ini pada hari Minggu, tanggal 22 November 2015.
Baca juga kuliner lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

18 komentar :

  1. horog-horog, kok kayak kue ya..? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sebenarnya untuk makan pengganti nasi, mbak :-D

      Delete
  2. Horog-horog blm prnah dnger. Dan pngen nyoba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ditemukan di Jepara, jika berkunjung ke Jepara bisa mencarinya :-D

      Delete
  3. horog horog cetot
    kayak gmana tuh rasanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeeee, ayo berburu ke pasar tradisional, mas. Terutama di Jateng :-D

      Delete
  4. wah jadi pensaran aku mas... kayaknya renyah ya mas hehe

    ReplyDelete
  5. jepara gokil... harganya anak kos banget..

    ReplyDelete
  6. penasaran sama rasanya, pengen nyoba makan

    ReplyDelete
  7. Baru tau ttg horog2, tapi aku lebih tertarik nasi urap nya saja dech :-)

    ReplyDelete
  8. bentuknya kayak kristal Gula Pasir yooo

    ReplyDelete