Sarapan Sebungkus Nasi Urap di Jepara

“Besok pagi kita sarapan apa?” Celetukku malam ini seraya menonton TV.

“Kita beli Nasi Urap saja di pasar, besok sama aku, kak ke sananya,” Jawab Riki seraya menoleh ke arahku.

Baiklah, malam ini aku lanjut bergadang menonton bola sampai dinihari. Malam ini aku berkumpul dengan saudara-saudara Karimunjawa yang berada di Jepara, saudara-saudara ini juga yang tadi setengah hari bersamaku di Kudus. Tepat pukul 02.30 wib, aku memejamkan mata. Teman-teman lainnya juga sudah terbuai dalam mimpi.

Subuh pun merangkak, aku segera membangungkan Riki yang berjanji menemaniku ke pasar untuk mengabadikan keramaian pasar. Tidak lupa dengan rencana semalam yang ingin sarapan Nasi Urap. Tidak lama kemudian, aku sudah di pasar; awalanya mengabadikan suasana pasar sampai akhirnya menyusuri tiap petak di dalam Pasar Apung. Di sini aku dan Riki menuju ke arah simbah-simbah yang berjualan di salah satu sekat. Beliau berdua menjajakan makanannya.

“Mbah, Nasi Urapnya empat, nggeh,” Kata Riki ke arah salah satu simbah.

“Iyo, leh,” Jawab beliau.
Nasi Urap di Jepara
Nasi Urap di Jepara
Nasi Urap di Jepara
Tangan simbah cepatan menata dua helai daun Pisang dan daun Jati yang masih hijau. Kemudian mengambil nasi dan urapan yang kami beli. Kulihat satu persatu yang beliau masukkan. Ada Kecambah, Rumput Laut yang kecil, serta cacahan Daun Pepaya yang sudah direbus dan sedikit dicampur dengan parutan Kelapa dicampur garam. Di panci terdapat Tahu dan Tempe Gembus yang sudah diolah dengan aroma daun Salam & sedikit aroma Petai.

“Papat toh, leh? (Empat kan, Nak?” Simbah sedikit menegaskan.

“Inggih, Mbah.”

Beliau kembali menata bungkusan Nasi Urap. Satu-persatu dimasukkan ke dalam lembaran bungkus daun. Aku masih mengabadikan aktifitas simbah dengan sesekali mengabadikan. Pagi ini beliau lumayan sibuk, tidak hanya aku dan Riki; banyak orang lain yang di dalam pasar ini menunggu agar dibuatkan Nasi Urap.
Simbah penjual Nasi Urap
Simbah penjual Nasi Urap
Simbah penjual Nasi Urap
Seperti inilah Nasi Urap yang aku nikmati saat sarapan. Nasi dicamur dengan urapan Daun Pepaya dan lainnya, ditambah dengan Tahu/Tempe Gembus, Gimbal Ikan, dan tidak lupa sambal. Rasa antara pedas, asin, dan pahitnya daun Pepaya menjadi satu. Nasi Urap seperti ini menjadi sarapan yang jauh menyenangkan dan mengenyangkan bagiku.

“Pinten, mbah; Sego Urap e’ sekawan? (Berapa, mbah; Nasi Urapnya empat bungkus?)”

“Wolongewu, leh. (Depalan ribu, nak.)”
Sebungkus Nasi Urap
Sebungkus Nasi Urap
Murah sekali bukan? Satu Nasi Urap hanya dihargai Rp.2000 saja. Padahal Nasi Urap ini sudah menggunakan beberapa lauk. Selain itu porsi nasinya pun banyak, aku terkaget dan mencoba memastikan bahwa yang aku beli itu empat porsi. Namun memang benar, hanya Rp.8000 untuk empat porsi. Aku segera membayar kemudian tidak langsung bergegas pulang, namun membeli beberapa makanan lainnya di samping tempat simbah yang berjualan Nasi Urap. *Kuliner ke Jepara (Pasar Apung) ini pada hari Minggu, tanggal 22 November 2015.
Baca juga kuliner lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

45 komentar :

  1. wah la ini josh maknyusss mas hehe sederhana memikat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, jarang-jarang makan Nasi Urap, mas. Kalau di Jogja seringnya maem angkringan :-D

      Delete
  2. Sederhana sekali ya :D
    saya juga suka banget sama makanan seperti itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, lidahku juga leih masuk makanan seperti ini, mas :-D

      Delete
  3. kaget ama harganya seriusan itu harganya ga boong Rp. 2000 rupiah murah banget

    btw salam kenal dari www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, aku juga nggak nyangka segitu harganya, mas :-D

      Delete
  4. urap, gak nolak kalau dibungkusin #rofl, rumput lautnya mas yg bikin penasaran rasanya seperti apa kalau di urap #drolling, 2k murah banget andai di Jog biaya buat makan segitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya gimana ya, hahahahha. Pokoknya pas banget deh sama menu urap :-D

      Delete
  5. Weladalah murah banget.... Wah kalau ke Karimunjawa pas bekpekeran, pasar apung ini langsung masuk daftar listlah mas buat kulineran,,,, menggoda sekali tuk mengunjunginya. Mantab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa itu, mas. Karena jalur ini dilalui saat kita ke pantai Kartini :-D

      Delete
    2. Wokelah mas, sip. Thanks informasinya :-)

      Delete
  6. Replies
    1. Bisa jadi, besok aku posting yang lebih wah lagi :-D

      Delete
  7. Duhh sedapnyaaaaaa
    Kl ke Boyolali jgn lupa beli sego sambellethok. ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmm, mau ngajak ke Boyolali, mbak? *ayo mangkat :-D

      Delete
  8. weleh mas murah tenan, mung 8000 entuk papat om..betah nek ngene iki ning jeporo, omong omong karimun jawa dadi kangen pengen mrono meneh mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa, murah banget mas. Weh ojo bulan saiki neng Karimun, ndak keno ombak :-D

      Delete
  9. kuliner jawa benar2 kaya men... baru tau ada yang namanya nasi urap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaa, masih banyak jajanan pasar Jawa lainnya loh :-D

      Delete
  10. Wah, jadi pengen main ke Jepara lagi. jajanan pasarnya bikin ngiler ini mas. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeee, jajanan pasar emang selalu menggoda :-D

      Delete
  11. murah banget urapnya klau di Jakarta mana dapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya beda bangetlah :-)
      Jakarta kan Ibukota hehehhehe

      Delete
  12. enak tuh kayaknya mas, jadi pengen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya nikmat, mas. Sarapan pagi dan murah :-D

      Delete
  13. Makanan favorit nih, murah meriah dan menyehatkan pastinya.

    ReplyDelete
  14. ih aku dah lama banget ngak makan urapan, suka nya pake rumput laut nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah harusnya ini pas banget, om. Ada rumput lautnya :-D

      Delete
  15. Nasi urapnya mengingatkan saya waktu mampir dan beli di terminal Jepara Kang,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahhaa, menjadi kenangan tersendiri toh, kang :-)

      Delete
  16. Nasi urapnya pakai ruput laut ya Kang ? enak banget tuh apalagi kalau parutan kelapanya pas, maksudnya jenis kepalanya yang pas tidak ketuaan psti enak banget.

    ReplyDelete
  17. Sederhana sekali ya :D
    saya juga suka banget sama makanan seperti itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sederhana namun sangat mengena :-)

      Delete
  18. wah baru tahu kalau ada nasi urap di jepara hahaha :D

    ReplyDelete
  19. Mantep gan, arapan pake nasi urab...kenyang dan murah hehehe

    ReplyDelete
  20. itu lokasi spesifiknya dimana gan ? boleh di coba tuh....

    ReplyDelete
  21. di solo gak ada nih yang beginian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba masuk-masuk pasar tradisional gan, siapa tahu ada.

      Delete