Ditemani Bayangan Diri dan Sepeda - Nasirullah Sitam

Ditemani Bayangan Diri dan Sepeda

Share This
Pagi seperti biasa aku ditemani sepeda untuk berangkat menuju tempat kerja. Berhubung berangkatnya pagi, jadi ada mengayuh pedalnya tidak perlu kencang-kencang. Menikmati pagi dengan bersepeda, berbaur dengan kendaraan bermesin lainnya. Kita sama-sama berangkat beraktifitas pagi. 

Terbesit dari hati untuk mengabadikan beberapa moment saat bersepeda, akhirnya aku pilih sengaja mengabadikan bayanganku bersama sepeda. Dibeberapa titik, masih didekat kos aku mengabadikan dua kali bayangan sepeda. Ini gambarnya, mirip semua ya? Heeee. Satu foto bayangan ditembok salah satu bangunan rumah, satu lagi tepat dipekarangan rumahnya.
Bayangan bareng sepeda pertama
Bayangan bareng sepeda kedua
Bayangan bareng sepeda ditembok dan trotoar
Perjalanan ke tempat kerja kembali aku lanjutkan, seraya mengayuh pedal disalahs atu tempat agak sepi kembali aku jepretkan  sekali foto. Tepatnya dipembatas jalan, sehingga terlihat bayanganku diantara bunga-bunga. Sedangkan foto selanjutnya saat aku berhenti dipertigaan kecil. Seraya menunggu pak Polisi mengatur jalan agar kami bisa menyeberang, aku mengabadikan sekali. Sepertinya bayanganku terlindas mobil.
Selanjutnya diantara taman kecil dan pertigaan jalan
Selanjutnya diantara taman kecil dan pertigaan jalan
Selanjutnya diantara taman kecil dan pertigaan jalan
Ketika hampir sampai ditempat kerja, aku berhenti dihamparan rumput yang tertata rapi seperti rumput lapangan sepakbola. Dari sini aku mengabadikan sekali bayanganku yang terlihat dihamparan rumput. Selesai mengabadikan, aku lanjut lagi karena sudah dekat dengan tempat kerja. Seraya menaiki sepeda dijalanan satu arah, aku mengabadikan sekali lagi. Tepatnya pas diantara bayangan pohon yang lumayan rindang. Kelihatan keren, kayak aku mau menabrak pohon tersebut.
Dihamparan rumput dan jalan paving
Dihamparan rumput dan jalan paving
Dihamparan rumput dan jalan paving
Mungkin kalian kira aku kurang kerjaan ya? Heeee, biarlah kalau begitu. Sekali-kali kan bayangannya yang kita abadikan. Takutnya bayangan iri sama sosok aslinya. Masa setiap kemana-mana sepeda atau orangnya sellau difoto tapi bayangannya dilupakan. Kan bayangan adalah teman yang tidak pernah jauh dari kita heeee.

15 komentar:

  1. Wah terkejut sama membaca iklan berita di bagian bawah blog ini. DariViva Log ya. Seorang ibu bunuh 25 orang taliban sebabai balas dendam kematian putranya. Wah saya segera baca ini penting bangedsss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shadow atau bayangan sendir ya
      Wah kreatif.
      enak ya ke kantor naek sepeda

      Hapus
    2. Iya pak, bayangan sendiri. Lagi iseng-iseng aja :-D

      Hapus
  2. klo di bilang kurang kerjaan emang bener. biasanya hal2 yang dilakukan saat kurang kerjaan, hasilnya biasanya lebih natural

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaaa, Padahal awalnya ini gara-gara bingung mau nulis apa untuk diposting mas :-D

      Hapus
  3. awal dari kurang kerjaan bisa menjadi seni yang menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih :-) Jadi kayaknya besok harus motret bayangan mantan bang, haaa

      Hapus
  4. jadi inget komik jaman kecilku dulu Mas, LUCKY LUCK, dia bisa menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah lumayan bisa mengingatkan seseorang dng masa kecilnya haaaa, bayangan itu teman paling setia mbak :-D

      Hapus
  5. geleng-geleng :D pertama krn motret bayangan, kedua, salut loh berangkat kerja naik sepeda ;) Kalo aku, bisa patah ni kaki sampe tempat kerja -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. :-D
      Jaraknya nggak jauh kok mbak Kos - Kantor, hanyasekitar 3 km saja :-D
      Ini juga iseng-iseng motret bayangan :-)

      Hapus
  6. wah keren mas meresap kalbu penuh inpirasi hehe josh ini konsepnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heeee, latihan nyari bahan tulisan ini mas :-D

      Hapus

Pages