Buras; Makanan Khas Bugis Saat Lebaran di Karimunjawa

Lebaran selalu ada cerita yang kita dapat ceritakan kepada orang lain. Lebaran selalu identik dengan pakaian baru, dan banyak aneka makanan. Mulai dari kue kering, sampai opor ayam plus Ketupat atau Lontong. Di Karimunjawa sendiri, hampir semua warga Karimunjawa akan membuat lontong sebagai pengganti nasi; tapi ada salah satu makanan yang tidak pernah lupa dibuat oleh masyarakat kampung Bugis. Makanan tersebut bernama Buras. Atau banyak yang bilang dengan kata “burasak”.

Buras adalah makanan yang dibuat saat lebaran, kalau Ketupat dibuat pada saat Larungan/Lombanan (H+7) Lebaran. Buras ini terbuat dari beras, yang dimasak menggunakan santan dan diberi garam sedikit biar rasanya gurih. Setelah berbentuk nasi santan, kemudian dibungkus menggunakan daun Pisang layaknya Lontong. Hanya saja, kalau Lontong itu bentuknya bulat, kalau Buras bentuknya pipih.
Ibuku sedang membuat Buras dirumah, Karimunjawa
Ibuku sedang membuat Buras dirumah, Karimunjawa
Buras yang sudah diikat dengan tali rafia
Buras yang sudah diikat dengan tali rafia
Kemudian Buras tersebut diikat dengan tali rafia (satu ikatan biasanya sekitar 4 atau 5 buah Buras). Selesai itu langsung kita rebus lagi di dalam kuali besar selama lebih dari 10 jam. Proses pembuatannya memang sangat lama, hampir seharian; biasanya warga membuat Buras saat H-2 lebaran, kemudian memasak selama lebih dari 10 jam itu saat H-1 lebaran, sehingga saat malam lebaran Buras sudah bisa disajikan.
Buras yang sudah diikat dengan tali rafia
Buras yang sudah diikat dengan tali rafia
Makanan Buras ini telah menjadi makanan khas warga Bugis yang ada di Karimunjawa. Sepertinya ini adalah makanan turun-temurun yang dibawa para pendahulunya. Oya Buras ini nanti dimakan saat lebaran dengan menu ikan laut atau opor ayam. Kegunaannya sih sama kayak Ketupat, sebagai pengganti nasi.
Seperti ini Buras saat dibuka
Seperti ini Buras saat dibuka
Tidak bisa tiap hari kita bisa mendapatkan Buras di Karimunjawa. Hanya pada momen-momen tertentu saja, salah satunya adalah saat lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. Sudah pernah makan Buras? Aku rasa hampir semua masyarakat Bugis dimanapun berada pasti pernah makan Buras. Hemmmm, enaknya kalau pagi-pagi Buras ini dimakan dengan opor ayam ataupun pakai ikan laut. Pernah makan Buras? Mungkin yang belum pernah makan langsung penasaran dengan Buras.
Baca juga postingan yang lainnya 
Share on Google Plus

About Nasirullah Sitam

Salah satu blogger Karimunjawa yang masih belajar menulis di blog, berharap teman-teman Karimunjawa lainnya bisa ikut menulis. Keturunan Bugis – Mandar. Jika ke Karimunjawa, singgahlah sejenak di rumah kami. Jika ada keperluan, bisa dihubungi via email.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment